Emsatunews.co.id, Semarang – Prestasi gemilang ditorehkan oleh para atlet penyandang disabilitas asal Jawa Tengah dalam ajang ASEAN Para Games (APG) ke-13 yang berlangsung di Thailand. Tidak sekadar berpartisipasi, kontingen asal Bumi Perkemahan ini sukses melampaui target kontribusi nasional dengan menyumbangkan total 116 medali bagi Indonesia.
Berdasarkan data akhir kompetisi, tim Merah Putih kokoh di peringkat kedua klasemen dengan raihan total 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Dari jumlah tersebut, atlet Jawa Tengah menjadi tulang punggung dengan donasi 44 medali emas, 34 perak, dan 38 perunggu.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, M. Masrofi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, presentase kontribusi atlet Jateng mencapai 32,52 persen, angka yang melampaui target awal sebesar 30 persen.”Total atlet Jawa Tengah meraih 116 medali. Capaian ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan atlet paralimpiade kita berjalan di jalur yang tepat,” ujar Masrofi saat ditemui di kantornya, Rabu (28/1).
Keberhasilan ini tersebar merata di berbagai cabang olahraga (cabor). Dispora mencatat emas mengalir dari sektor-sektor unggulan seperti Blind Judo, Para Powerlifting, Para Swimming, hingga Para Athletics dan Para Chess. Kolektivitas ini menunjukkan bahwa kualitas atlet Jateng tidak hanya bertumpu pada satu disiplin ilmu olahraga saja.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan skema penghargaan yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.”Mengenai besaran bonus sedang kami susun. Yang pasti, pemerintah tidak membeda-bedakan prestasi. Kami memberikan dukungan penuh bagi atlet disabilitas untuk terus berkarya,” tambah Masrofi.
Ke depan, penguatan pembinaan akan semakin terpusat. Selain sentra di Kota Surakarta melalui NPCI, pemerintah juga tengah mengembangkan pusat pembinaan atlet paralimpiade nasional di Dlingan, Karanganyar. Langkah ini diharapkan mampu menjaring bibit-bibit baru yang akan meneruskan tongkat estafet juara di kancah internasional.
Masrofi juga berpesan agar para penyandang disabilitas di Jawa Tengah tidak patah semangat. Baginya, prestasi di Thailand adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengharumkan nama bangsa di podium tertinggi.**( Joko Longkeyang)















