Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Siaga Satu! 38 Juta Pemudik Bakal Serbu Jawa Tengah di Lebaran 2026

Joko Longkeyang
12
×

Jateng Siaga Satu! 38 Juta Pemudik Bakal Serbu Jawa Tengah di Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan status siaga pengamanan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Tidak main-main, diperkirakan sebanyak 38,71 juta orang akan melintasi wilayah ini, dengan 17,7 juta di antaranya menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama mudik tahun 2026.

​Menyikapi lonjakan masif tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran TNI-Polri menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Markas Polda Jateng, Kamis (12/3/2026). Apel yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini bertujuan memastikan seluruh personel dan infrastruktur siap melayani jutaan pelintas.

Advertisement

​Sinergi Lintas Sektoral: Amanah Kapolri

​Dalam pidatonya, Gubernur Ahmad Luthfi membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengamanan mudik tahun ini bertumpu pada solidaritas antarinstansi.”Tugas ini adalah kehormatan dan pengabdian. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran petugas di lapangan agar perjalanan menuju kampung halaman berjalan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Ahmad Luthfi saat membacakan pesan Kapolri.

Baca Juga :  Ahmad Lutfi Lepas Jalan Sehat HUT Ke-54 Korpri, Ribuan Peserta Padati Kantor Gubernur

​Operasi ini akan memprioritaskan pengamanan pada titik-titik krusial seperti Tol Trans Jawa, Jalur Pantura, Jalur Selatan, hingga objek wisata yang diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem.

​Inovasi Layanan: Program Valet and Ride

​Salah satu terobosan menarik dalam pengamanan tahun ini adalah program Valet and Ride yang diinisiasi oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo. Inovasi ini ditujukan khusus bagi pemudik sepeda motor rute Brebes hingga Semarang.​”Kami ingin menekan angka kecelakaan akibat kelelahan. Melalui program ini, sepeda motor pemudik akan diangkut menggunakan towing, sementara pengendaranya dipindahkan ke bus menuju Semarang dengan aman,” jelas Irjen Ribut Hari Wibowo.

​Benteng Kesehatan dan Keamanan di Jalur Mudik

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga ketahanan layanan kesehatan. Sebanyak 369 rumah sakit dan lebih dari 2.900 klinik serta puskesmas disiagakan selama 24 jam penuh di sepanjang jalur mudik.

Baca Juga :  Tiga Orang Remaja Tewas Tenggelam di Curug Barong Desa Simpur Pemalang

​Selain itu, infrastruktur pendukung juga diperkuat dengan: Penambahan kamera CCTV di titik rawan. Pemasangan rambu lalu lintas portabel. Penyiapan posko terpadu yang melibatkan Basarnas, BPBD, dan Jasa Raharja. Fasilitas mudik gratis menggunakan bus dan kereta api bagi perantau.

​Waspada Titik Lelah dan Kemacetan

​Sebagai daerah transit utama menuju Jawa Timur dan Yogyakarta, Jawa Tengah mewaspadai potensi penumpukan kendaraan di rest area dan pintu keluar tol. Petugas gabungan akan melakukan patroli rutin dan ramp check pada angkutan umum di terminal guna menjamin kelaikan kendaraan.

​Dengan persiapan matang dan berbagai inovasi layanan, Jawa Tengah optimis dapat mengawal pergerakan 38 juta manusia ini menuju momen kemenangan Idulfitri 1447 H dengan selamat dan penuh sukacita.**(Joko Longkeyang).