Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Operasi SAR Desa Bongas Berakhir, Dua Korban Longsor Ditemukan

Joko Longkeyang
34
×

Operasi SAR Desa Bongas Berakhir, Dua Korban Longsor Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Perjuangan panjang tim SAR gabungan dalam mencari korban tanah longsor di kawasan hutan Perhutani, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, akhirnya tuntas. Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan selama enam hari, korban terakhir berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (30/1) siang.

​Bencana yang terjadi pada Minggu (25/1) pagi tersebut menyeret dua petani setempat, Aksinudin (40) dan Khamim (60). Keduanya tertimbun material tanah saat sedang beraktivitas di area lahan tersebut sekitar pukul 06.00 WIB.

Advertisement

​Upaya pencarian yang melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, serta relawan ini sempat terkendala oleh kondisi geografis. Material longsor yang tebal, stabilitas tanah yang labil, ditambah suhu udara dingin di lereng perbukitan Watukumpul menjadi tantangan utama tim di lapangan.

Baca Juga :  ITB ADIAS Peduli, Rektor Terjang Medan Bencana, Rangkul Korban Banjir Pulosari-Moga

​Korban pertama, Aksinudin, berhasil dievakuasi lebih awal pada Senin (26/1) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Jenazah ditemukan di bawah tumpukan tanah dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi.

​Setelah korban pertama ditemukan, tim gabungan terus menyisir area longsoran yang luas demi mencari keberadaan Khamim. Titik terang muncul pada Jumat siang pukul 13.00 WIB. Jasad korban kedua ditemukan di lereng bukit dalam kondisi tak bernyawa.”Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh unsur relawan dan aparat, korban kedua berhasil kami temukan. Proses evakuasi berjalan lancar meski medan cukup curam,” ungkap salah satu petugas di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Siranti Desa Bongas Berduka, Dua Warga Diduga Tertimbun Longsor

​Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian di Desa Bongas resmi dinyatakan ditutup. Jenazah Khamim telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat beraktivitas di wilayah perbukitan pada musim penghujan.**( Joko Longkeyang)