Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Bencana Alam Desa Penakir Jembatan Putus, Pemkab Pemalang Kebut Pemulihan

Joko Longkeyang
170
×

Bencana Alam Desa Penakir Jembatan Putus, Pemkab Pemalang Kebut Pemulihan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat melakukan langkah taktis untuk memulihkan aksesibilitas di wilayah Kecamatan Pulosari yang lumpuh akibat terjangan banjir bandang. Fokus utama saat ini adalah percepatan perbaikan infrastruktur jembatan guna menjamin mobilitas warga kembali normal.

​Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Endro Johan Kusuma, menegaskan bahwa penanganan dampak bencana tidak boleh berlarut-larut. Menurutnya, pemulihan jembatan menjadi prioritas mendesak karena merupakan urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat setempat.”Kami berkomitmen penuh untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Tujuannya agar aktivitas masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang segera pulih seperti sedia kala,” ujar Endro Johan Kusuma saat memantau langsung kondisi di lapangan, Selasa (3/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Aris Ismail Pimpinan DPRD, Hadiri Endro Johan Kusuma Dilantik sebagai Pj. Sekda Pemalang

Dalam tinjauan tersebut, Pj Sekda menyisir sejumlah titik krusial di Desa Penakir, Desa Nyalembeng, Desa Batursari, hingga Desa Gunungsari. Keempat desa tersebut menjadi wilayah yang terdampak cukup parah, di mana beberapa jembatan dilaporkan terputus total sehingga mengisolasi sebagian akses warga.

Baca Juga :  Pemkab Pemalang Wujudkan Visi “Pemalang Bercahaya” Melalui Pembangunan

Pemkab Pemalang kini tengah melakukan pemetaan teknis dan pengalokasian sumber daya agar proses konstruksi darurat maupun permanen dapat segera dilaksanakan. Endro menambahkan, koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

​Kondisi infrastruktur yang mantap di Pulosari diharapkan dapat segera terealisasi, mengingat wilayah tersebut memiliki mobilitas warga yang cukup tinggi di sektor pertanian dan perdagangan.( Joko Longkeyang)