Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Bidik Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Instruksikan Gerakan Masif

Joko Longkeyang
8
×

Jateng Bidik Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Instruksikan Gerakan Masif

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah progresif dalam menangani persoalan lingkungan. Gubernur Ahmad Luthfi secara resmi menggagas gerakan bersih-bersih sampah secara masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Langkah ini merupakan komitmen daerah dalam mendukung “Gerakan Indonesia ASRI” serta target nasional Zero Sampah pada tahun 2029.

Advertisement

​Dalam arahannya di depan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, dan BLUD di Kantor Gubernur, Selasa (10/2), Ahmad Luthfi menegaskan bahwa isu sampah adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Ia meminta seluruh instansi menjadi teladan sebelum gerakan ini meluas ke tengah masyarakat.”Bapak Presiden sangat berkomitmen mengenai hal ini. Persoalan sampah harus segera dieksekusi tanpa penundaan. Kita akan mulai dari lingkup terkecil, yakni kantor pemerintahan, hingga berkolaborasi lintas instansi,” tegas Ahmad Luthfi.

​Strategi yang diusung Gubernur terbagi dalam dua metode. Pertama, kegiatan rutin membersihkan lingkungan kerja minimal dua kali dalam sepekan. Kedua, aksi kolaboratif berskala besar dengan menggandeng jajaran Polda, Kodam, dan Kejaksaan untuk menyerbu titik-titik tumpukan sampah di ruang publik setiap minggu.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Ingatkan ASN: “Kita Bukan Hanya Pegawai, Tapi Abdi Rakyat!”

​Namun, gerakan sosial ini tidak berdiri sendiri. Pemprov Jateng tengah mematangkan infrastruktur pengelolaan sampah modern. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional di sejumlah titik strategis seperti Pekalongan Raya, Tegal Raya, hingga Semarang Raya.

Baca Juga :  Terharu Mahasiswa Aceh di Semarang: Gubernur Luthfi Ayah Kami, Jawa Tengah Rumah Kedua

TPST Regional ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Sementara untuk daerah berkapasitas lebih kecil, skema Refuse Derived Fuel (RDF) akan dioptimalkan dengan kapasitas 100-200 ton per hari. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa fasilitas ini masuk dalam kategori proyek vital nasional yang harus segera terealisasi.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto, menambahkan bahwa koordinasi dengan kabupaten dan kota terus dikebut. Menurutnya, inisiatif Gubernur ini menjadi momentum emas untuk mentransformasi sistem pengelolaan limbah di Jawa Tengah secara permanen.( Joko Longkeyang).