Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Lestarikan Tradisi Lailatul Qadar, Desa Penggarit Gelar Festival Serabi Likuran 2026

Joko Longkeyang
2
×

Lestarikan Tradisi Lailatul Qadar, Desa Penggarit Gelar Festival Serabi Likuran 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Memasuki sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadan, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, bersiap menghidupkan kembali kearifan lokal melalui event bertajuk “Serabi Likuran“. Agenda tahunan yang sarat akan makna filosofis ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/03/2026) berpusat di sepanjang Jalan Sudibyo, Desa Penggarit.

​Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa Serabi Likuran bukan sekadar festival kuliner biasa. Kegiatan ini merupakan upaya revitalisasi tradisi nenek moyang yang mulai langka, yakni kebiasaan memasak serabi tradisional atau cukit untuk dibagikan kepada sanak saudara di malam-malam ganjil Ramadan.”Dulu, serabi adalah media komunikasi sosial yang ampuh. Warga saling antar serabi sebagai wujud syukur menyambut turunnya Lailatul Qadar. Hari ini, kita kemas menjadi festival budaya agar ruh kebersamaan tersebut tidak hilang ditelan zaman,” ujar Imam Wibowo saat dikonfirmasi via pesan singkat, Minggu (15/03/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Mansur Hidayat Pimpin Khaul Pangeran Benowo, Rangkai Peringatan Hari Jadi Pemalang ke-450

​Jejak Religi dan Sejarah yang Kuat

​Tradisi ini memiliki keterkaitan erat dengan jejak syiar Islam di wilayah Penggarit. Keberadaan makam tokoh besar seperti Pangeran Benowo dan Syeh Jamur Apu menjadi pengingat bahwa ajaran saling berbagi telah tertanam kuat sejak ratusan tahun silam.

​Dalam festival ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan serabi di atas tungku kayu bakar yang autentik. Serabi tersebut kemudian disajikan dengan siraman kuah kince—perpaduan manis gurih dari gula aren dan santan kelapa muda—yang menjadi ciri khas kuliner setempat.

​Media Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi

​Imam menambahkan, tema besar yang diusung tahun ini adalah melestarikan budaya lokal sebagai media silaturahmi antar-desa. Selain mempererat hubungan warga, event ini menjadi ruang rindu bagi para perantau yang mulai pulang ke kampung halaman.​”Kami ingin Desa Penggarit semakin kukuh sebagai Desa Percontohan Pemajuan Kebudayaan. Di sisi lain, ini adalah kesempatan bagi pelaku UMKM dan pembuat serabi lokal untuk menggerakkan roda ekonomi desa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pemalang Resmikan Fasilitas Gizi Gratis untuk Warga Rentan di Desa Beluk

​Ikon Wisata Budaya Pemalang

​Harapan besar disematkan pada generasi muda, khususnya Karang Taruna, agar tidak malu merawat tradisi meniup api di atas tungku serabi. Dengan pengemasan yang lebih modern dan terpusat, Serabi Likuran diproyeksikan menjadi ikon wisata budaya andalan yang terintegrasi dengan kawasan Benowo Park.

​Masyarakat dari dalam maupun luar daerah diundang untuk hadir dan merasakan langsung nuansa hangat kebersamaan di malam Likuran sambil menikmati kudapan legendaris khas Penggarit ini. ( Joko Longkeyang).