Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Gantung Tuntang Kini Hubungkan Asa Warga Grobogan

Joko Longkeyang
20
×

Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Gantung Tuntang Kini Hubungkan Asa Warga Grobogan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Penantian panjang masyarakat di perbatasan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, akhirnya berbuah manis. Kehadiran jembatan gantung baru di atas Sungai Tuntang kini resmi mengakhiri masa isolasi warga yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

​Suasana haru menyelimuti peresmian jembatan sepanjang 80 meter tersebut. Bagi ribuan warga, infrastruktur ini bukan sekadar konstruksi baja, melainkan urat nadi baru yang memangkas jarak tempuh secara signifikan.

Advertisement

​Pangkas Waktu dari 20 Menit Jadi 5 Menit

​Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit manual yang ditarik tali. Jika arus sungai sedang deras, rakit tersebut tak bisa beroperasi, memaksa warga memutar jalan sejauh 12 kilometer melalui pusat Kecamatan Kedungjati.​”Dulu kalau mau ke desa sebelah harus memutar jauh, memakan waktu sekitar 20 menit lebih. Sekarang, lewat jembatan ini cukup 5 menit saja sudah sampai,” ujar Daryanto, salah seorang warga setempat dengan nada lega.

Baca Juga :  Pererat Sinergi, Kodim 0711/Pemalang dan Jurnalis “Berkeringat” Bareng

​Senada dengan hal itu, Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengenang masa-masa sulit saat warga sangat bergantung pada perahu penyeberangan yang rawan hanyut terbawa arus. Ia menyebut hadirnya akses ini sebagai jawaban atas doa masyarakat selama berdekade-dekade.

​Dukungan untuk Pendidikan dan Ekonomi

​Manfaat jembatan ini dirasakan langsung oleh sekitar 6.418 jiwa atau 1.073 kepala keluarga. Keberadaan jalur singkat ini sangat membantu anak-anak sekolah dan para petani yang setiap hari harus mobilisasi antar-desa.​”Sekarang anak-anak sekolah tidak perlu lelah memutar jauh lagi. Akses ke ladang dan pasar juga jadi lebih cepat,” tambah Daryanto.

Baca Juga :  Kawal Kualitas Gizi, Kasdim Pemalang Sidak Dapur SPPG Bantarbolang

​Bagian dari Program Jembatan Garuda TNI AD

​Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat. Program ini bertujuan membuka akses bagi wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

​Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., memimpin langsung peluncuran program ini di lokasi. Secara keseluruhan, di wilayah Kodam IV/Diponegoro terdapat 39 jembatan yang dibangun, terdiri dari jembatan gantung, jembatan Armco, dan jembatan Bailey.

​Langkah nyata kolaborasi antara prajurit TNI dan masyarakat ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok Jawa Tengah.**( Joko Longkeyang).