Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Menuju Swasembada 2026: Surplus Beras dan Alutsista Tani Disiagakan

Joko Longkeyang
16
×

Jateng Menuju Swasembada 2026: Surplus Beras dan Alutsista Tani Disiagakan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tengah melakukan akselerasi besar-besaran untuk mencapai target swasembada pangan pada tahun 2026. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), pemerintah daerah menerapkan strategi berbasis data dan modernisasi infrastruktur guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

​Kepala Distanak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyatakan bahwa performa sektor pertanian pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Meskipun baru memasuki fase awal tanam, angka produksi komoditas pokok sudah menunjukkan grafik meningkat.

Advertisement

​Surplus Pangan di Tengah Tantangan

​Data per April 2026 mencatat realisasi gabah kering giling (GKG) telah mencapai 4.169.353 ton, atau hampir 40 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Capaian ini diperkuat dengan kondisi neraca beras yang mengalami surplus sebesar 702.409 ton per Maret 2026.

Baca Juga :  Tekan Inflasi Hingga Level Desa, Pemkab Pemalang Gelar Pasar Murah di Pulosari

​”Kondisi pangan kita di Jawa Tengah dalam status aman. Tidak hanya beras, komoditas daging dan telur juga mencatatkan surplus dalam tiga bulan pertama tahun ini,” ujar Defransisco saat memaparkan data di Semarang.

​Modernisasi dan Proteksi Petani

​Guna memitigasi dampak alih fungsi lahan yang mencapai 17 ribu hektare pada tahun sebelumnya, Pemprov Jateng menggulirkan program bantuan “Alutsista” pertanian secara masif. Ratusan unit mesin pertanian modern seperti rice transplanter, traktor roda empat, hingga combine harvester telah didistribusikan ke kantong-kantong produksi.

​Selain teknologi, pemerintah juga memberikan “jaring pengaman” bagi para petani melalui:

Baca Juga :  24 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H yang Penuh Makna dan Kehangatan

​Asuransi Pertanian: Mencakup lebih dari 10.000 hektare lahan padi dan tembakau.

​Rehabilitasi Irigasi: Perbaikan pada 334 titik jaringan irigasi tersier.

​Kemitraan Strategis: Program “Petarung Sejati” yang menjamin distribusi hasil tani seperti cabai rawit agar tetap stabil meski di luar musim tanam (off-season).

​Sinergi Lintas Sektor

​Defransisco menegaskan bahwa visi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sejalan dengan program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi dengan Bank Indonesia, BPS, hingga pihak keamanan terus diperketat guna mengawasi rantai distribusi.

​”Kuncinya adalah kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis target swasembada 2026 bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi seluruh warga Jawa Tengah,” pungkasnya.**( Joko Longkeyang).