Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Melejit di Tingkat Nasional, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Top Regional Leader 2026

Joko Longkeyang
2
×

Melejit di Tingkat Nasional, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Top Regional Leader 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, emsatunews.co.id – Komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendongkrak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) kembali mendapat apresiasi di panggung nasional. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi dianugerahi penghargaan Top Regional Leader 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan kepemimpinannya dalam menjadikan UMKM dan ekraf sebagai motor penggerak roda ekonomi masyarakat hingga ke tingkat pedesaan.

​Apresiasi bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Founder Disway National Network, Dahlan Iskan, dalam momentum Leadership Forum yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Advertisement

​Saat ditemui usai menerima penghargaan, Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, penghargaan ini menjadi pemantik motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melahirkan inovasi baru demi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menyiasati keterbatasan anggaran.

​“Apresiasi ini menjadi inspirasi berharga bagi para kepala daerah untuk lebih kreatif menelurkan terobosan, terutama di tengah tekanan serta keterbatasan fiskal yang ada saat ini,” ujar Luthfi dengan optimis.

​Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar milik jajaran birokrasi semata, melainkan buah kerja keras pemerintah kabupaten/kota serta jutaan pelaku usaha lokal yang konsisten menggerakkan ekonomi di daerah.

​Fondasi Kuat Juta-an UMKM Jateng

​Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah pada triwulan pertama tahun 2026, jumlah UMKM di wilayah ini telah menyentuh angka 4,2 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199.781 UMKM masuk dalam kategori binaan intensif, atau mengalami lonjakan sebanyak 1.001 unit jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga :  Jateng Jadi Poros Pekerja Migran Profesional, Siap Taklukkan Pasar Dunia!

​Peta sebaran UMKM binaan tersebut mencakup beberapa sektor krusial, di antaranya:

​Sektor Produksi: 81.595 unit usaha.

​Sektor Perdagangan: 67.595 unit usaha.

​Sektor Pertanian: 28.586 unit usaha.

​Sektor Jasa: 22.005 unit usaha.

​Seluruh geliat usaha ini tercatat mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga mencapai 1,38 juta orang.

​Guna menjaga tren positif ini, Pemprov Jateng terus menggulirkan berbagai program strategis. Mulai dari kemudahan akses modal usaha, pelatihan peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi legalitas, hingga digitalisasi pemasaran untuk menembus pasar yang lebih luas.

​Langkah ini diperkuat dengan pemanfaatan portal satu data terintegrasi serta sistem Silap CSR, guna menjamin akuntabilitas dan ketepatan sasaran bantuan. Di sisi permodalan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah bahkan telah menembus angka Rp361,36 triliun yang menyasar 10,31 juta debitur.

​Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Kian Solid

​Selain UMKM, sektor ekonomi kreatif juga terus dikebut. Saat ini, terdapat 14 wilayah di Jawa Tengah yang telah menyandang status Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) dari pemerintah pusat. Beberapa di antaranya menunjukkan potensi yang sangat menonjol, seperti Kabupaten Grobogan di sektor kuliner, Kabupaten Pati di bidang seni pertunjukan, serta Kabupaten Cilacap yang unggul dalam industri animasi, film, dan video.

Baca Juga :  Prabowo Panen Udang di Kebumen, Luthfi: Sektor Perikanan Jateng Kian Melaju!

​Bahkan, Kota Surakarta dan Semarang kini telah diakui dunia dengan masuk ke dalam jaringan kota kreatif UNESCO (UNESCO Creative City Networks) untuk kategori kerajinan serta seni rakyat.

​Langkah penguatan ekosistem ekraf ini dipertegas dengan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif di 29 kabupaten/kota, serta pengembangan creative hub yang difokuskan pada penyediaan ruang kreatif dan penguatan infrastruktur digital bagi generasi muda.

​“Fokus kami adalah membina UMKM dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama. Secara tidak langsung, langkah ini akan memperkokoh ketahanan ekonomi mulai dari desa, kota, hingga tingkat provinsi,” pungkah Luthfi.

​Pada kesempatan yang sama, Dahlan Iskan menyebutkan bahwa penghargaan Top Regional Leader diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin daerah yang jeli melihat peluang dan efektif melakukan pembangunan di tengah dinamika ekonomi global.

​“Di masa-masa yang penuh tantangan, selalu muncul pemimpin daerah yang luar biasa. Ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana mengelola efisiensi dan menentukan skala prioritas pembangunan yang tepat,” tandas Dahlan.*( Joko Longkeyang).