Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Sekda Sumarno: Jateng Masih Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis

Joko Longkeyang
5
×

Sekda Sumarno: Jateng Masih Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya pada jabatan perawat dan dokter spesialis. Kondisi ini diakui secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat memberikan arahan dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di Gedung Grhadika Bakti Praja, Semarang, Kamis (25 Juni 2026).

Mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Sumarno menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam penguatan pelayanan publik di seluruh wilayah Jateng. Namun hingga saat ini, ketersediaan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan secara bertahap.“Kita akui bersama bahwa hingga saat ini masih terdapat kekurangan dalam jumlah tenaga kesehatan, baik untuk jenjang perawat maupun dokter spesialis. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi menjamin kualitas layanan kepada seluruh masyarakat,” ujar Sumarno dalam sambutannya.

Advertisement

Menurut keterangannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan usulan formasi baru sebanyak sekitar 1.000 unit pada Tahun Anggaran 2026. Sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukkan bagi tenaga perawat yang sangat dibutuhkan di berbagai rumah sakit daerah dan puskesmas se-Jawa Tengah.“Yang kami ajukan tahun ini sekitar seribu formasi, dan mayoritas diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, utamanya adalah tenaga perawat,” tegasnya.

Baca Juga :  Panglima TNI: Latsitarda Melatih Sinergitas dan Soliditas Taruna Wreda

Meskipun telah mengajukan usulan, Sumarno menjelaskan bahwa proses pemenuhan formasi ini sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Ia menyampaikan bahwa selama ini tidak seluruh usulan yang diajukan oleh pemerintah daerah dapat terpenuhi secara penuh oleh pemerintah pusat.“Hampir seluruh sektor pelayanan publik di daerah kita masih membutuhkan tambahan pegawai. Namun sektor kesehatan memang menjadi yang paling krusial karena berdampak langsung pada keselamatan dan kesehatan warga,” tambahnya.

Selain kekurangan tenaga perawat, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit milik pemerintah daerah. Dokter spesialis memiliki peran sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan rujukan dan penanganan kasus medis yang kompleks.“Kekurangan dokter spesialis menjadi hal yang masih perlu kita perbaiki secara bertahap,” ungkap Sumarno.

Untuk menjaga kelangsungan pelayanan sementara menunggu proses penambahan formasi ASN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini memanfaatkan skema perekrutan tenaga dokter spesialis non-ASN. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar pelayanan di fasilitas kesehatan tetap dapat berjalan optimal tanpa terhenti akibat keterbatasan SDM.“Kehadiran tenaga spesialis non-ASN ini menjadi jalan keluar sementara hingga kuota formasi resmi dari pemerintah pusat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bagaimana Prajurit Makan di Kapal Perang, Panglima TNI Cek Dapur Kapal Perang Yang Tergabung Satgas MTF di Beirut

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sumarno secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 231 orang Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 orang merupakan tenaga kesehatan dan sisanya enam orang merupakan tenaga teknis pendukung. Pelantikan dilaksanakan secara gabungan, baik secara luring maupun daring.

Kepada seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik, Sumarno memberikan pesan agar selalu mengedepankan nilai-nilai pelayanan publik. Ia menekankan bahwa profesi ASN pada dasarnya adalah panggilan untuk melayani masyarakat sepenuh hati.“Sebagai abdi masyarakat, posisikan diri Anda benar-benar untuk melayani. Berikan pelayanan yang cepat, tepat, responsif, dan penuh tanggung jawab. Jadikan pelayanan ini sebagai wujud pengabdian nyata bagi kesejahteraan warga Jawa Tengah,” pesannya.

Ia berharap dengan adanya tambahan tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan yang ditingkatkan, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan akan semakin mudah, merata, dan kualitasnya semakin terjamin di seluruh pelosok daerah.( Joko Longkeyang).