Berita UtamaDaerahNasional

Permudah Birokrasi, Rumah Rakyat Jateng Kini Layani Cetak KTP Luar Kota

Joko Longkeyang
2
×

Permudah Birokrasi, Rumah Rakyat Jateng Kini Layani Cetak KTP Luar Kota

Sebarkan artikel ini

SEMARANG,Emsatunews.co.id – Hambatan jarak dalam pengurusan dokumen kependudukan kini bukan lagi menjadi masalah bagi masyarakat di Jawa Tengah. Melalui terobosan terbaru, program Rumah Rakyat yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini resmi membuka layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) terpadu lintas wilayah. Fasilitas ini memungkinkan warga dari berbagai kabupaten/kota untuk mengurus dokumen kependudukan secara instan tanpa harus pulang ke daerah asal.

​Langkah strategis yang mengintegrasikan sistem Disdukcapil kabupaten/kota ini ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Bertempat di Lounge Rumah Rakyat, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (8/7/2026), Luthfi berdialog langsung dengan para pemohon guna memastikan sistem berjalan tanpa kendala teknis.”Kami ingin Rumah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menampung keluhan, tetapi juga pusat eksekusi solusi. Layanan Adminduk lintas domisili ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir mempermudah urusan rakyat,” tegas Ahmad Luthfi di lokasi peninjauan.

Advertisement

​Ia juga menambahkan bahwa inovasi berbasis integrasi data ini akan terus ditingkatkan mutunya agar bisa menjangkau lebih banyak sektor pelayanan publik lainnya.

​Jadwal Operasional dan Ragam Layanan Adminduk

​Program yang telah berjalan efektif selama tiga bulan terakhir ini sengaja dirancang untuk memotong rantai birokrasi yang kaku. Masyarakat dapat mengakses layanan ini secara berkala setiap hari Selasa dan Rabu pada pekan pertama setiap bulan.

Baca Juga :  Kapolsek Bersama Forkopimcam Tonjong Gelar Program Jumat Curhat Kamtibmas Dihadapan Puluhan Kadus

​Bagi masyarakat luas yang sedang merantau, menempuh pendidikan, atau bekerja di Kota Semarang, berikut adalah daftar layanan Adminduk yang bisa diakses secara gratis: Perekaman Baru: Khusus bagi remaja atau pemula yang baru memasuki usia wajib KTP. Perbaikan Dokumen: Penggantian kartu KTP elektronik yang telah rusak fisik atau buram. Kasus Kehilangan: Penerbitan ulang KTP elektronik yang hilang dengan syarat membawa surat keterangan terkait. Pembaruan Data: Mengubah elemen data foto terbaru atau status kependudukan. Adminduk Anak: Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) secara massal.

​Evaluasi Kuota dan Rencana Perluasan Wilayah

​Tingginya urgensi kebutuhan dokumen kependudukan membuat posko pelayanan ini selalu dipadati warga. Sekretaris Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Nur Kholis, membeberkan bahwa dalam satu hari operasional, posko tersebut mampu melayani hingga 150 pemohon secara cepat. ​”Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Tidak hanya warga lokal, seluruh masyarakat Indonesia yang kebetulan sedang berada di Semarang dan kehilangan dokumen kependudukannya, bisa dibantu di sini,” jelas Nur Kholis.

Baca Juga :  Program Speling Ahmad Lutfi Dipuji Kemenkes, Diusulkan Jadi Program Nasional!

​Melihat respons yang luar biasa dari publik, pihak Pemprov Jawa Tengah kini tengah melakukan kajian mendalam untuk menduplikasi sistem Rumah Rakyat ini ke beberapa wilayah strategis lainnya. Kota Surakarta dibidik menjadi salah satu lokasi ekspansi berikutnya, sembari mematangkan kesiapan infrastruktur digital dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tujuan.

​Testimoni Warga: Solusi Hemat Waktu dan Biaya

​Manfaat nyata dari efisiensi birokrasi ini dirasakan langsung oleh Vita Marisa, seorang warga asal Kabupaten Kendal. Dirinya tidak perlu meluangkan waktu kerja untuk kembali ke Kendal hanya demi membetulkan kesalahan cetak pada kolom tempat lahir di KTP miliknya. ​”Prosesnya sangat transparan dan cepat. Adanya posko lintas daerah seperti ini sangat menghemat ongkos transpor dan waktu saya,” aku Vita.

​Pengalaman memuaskan juga diutarakan oleh Siti Istiani, warga Kota Semarang. Siti mendatangi Lounge Rumah Rakyat untuk memperbarui pasfoto pada kartu identitasnya setelah kini mantap mengenakan hijab. Ia mengaku mendapatkan informasi valid ini dari komunikasi antar-anggota di grup Muslimat.​”Pelayanannya ramah, petugasnya cekatan, dan yang paling penting adalah tidak ada biaya sepeser pun alias gratis. Semoga program bagus seperti ini dipertahankan terus,” pungkas Siti.*( Joko Longkeyang).