PEMALANG, Emsatunews.co.id — Penggunaan gawai dan teknologi digital di kalangan anak-anak kini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan belajar, namun di sisi lain menyimpan ancaman bagi kesehatan fisik dan mental jika tidak diiringi dengan literasi yang memadai.
Menjawab tantangan tersebut, sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 menghadirkan gebrakan kreatif melalui program TERAS (Teknologi Ramah Anak Sekitar) di Desa Gandu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Kamis (24/7).
Edukasi Kesehatan Digital dan Pemanfaatan Teknologi Sejak Dini
Menyasar anak-anak kelompok usia 10 hingga 11 tahun, program ini dirancang untuk menanamkan pemahaman mengenai cara menggunakan teknologi secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan berdurasi satu jam ini dikemas secara interaktif agar mudah dicerna oleh anak-anak.
Acara dibuka dengan perkenalan tim KKN dilanjutkan pemaparan materi menggunakan media visual interaktif. Tidak hanya membahas fungsi dasar teknologi modern seperti digitalisasi di bidang pertanian dan transportasi laut, materi juga berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan di tengah gempuran layar gawai.
Nadhif Aiman Irsyan, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan pentingnya edukasi pembatasan waktu layar (screen time) bagi anak-anak usia sekolah dasar.”Sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat, kami melihat pentingnya memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai penggunaan teknologi yang sehat sejak dini. Teknologi dapat memberikan banyak manfaat untuk belajar, berkomunikasi, dan mencari informasi, tetapi penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak berdampak pada kesehatan. Melalui program TERAS, kami berupaya menyampaikan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak,” ujar Nadhif.
Suasana Meriah Lewat Kuis dan Permainan Interaktif
Agar suasana tidak membosankan, rangkaian acara diselingi dengan sesi ice breaking, permainan edukatif, serta kuis interaktif yang menguji daya tangkap para peserta. Anak-anak juga diajak mengerjakan lembar kerja (worksheet) sebagai sarana evaluasi sederhana.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari keaktifan para siswa kelas usia 10–11 tahun di Desa Gandu sepanjang acara berlangsung. Mereka diberikan pemahaman konkret mengenai kebiasaan sehat saat berinteraksi dengan gawai, seperti: Membatasi durasi penggunaan gadget setiap hari. Rutin mengistirahatkan mata untuk mencegah kelelahan penglihatan. Menjaga posisi dan postur tubuh yang ergonomis saat duduk. Tetap aktif bergerak dan menjaga kualitas tidur yang cukup.
Program TERAS ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, penarikan kesimpulan, serta dokumentasi foto bersama para peserta cilik dan tim mahasiswa KKN. Melalui inisiatif ini, para mahasiswa berharap anak-anak Desa Gandu tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital namun tetap memprioritaskan kesehatan tubuh.
Penulis/Reporter: Nadhif Aiman Irsyan
Fotografer: Tsaabitah Silvantri Maitsya Suryaningtyas
Kontak Media: Instagram: @kkn.gandu2026
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














