Berita Utama

Prabowo Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi: Pak Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan

Fahroji
12
×

Prabowo Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi: Pak Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan

Sebarkan artikel ini
Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).(Foto: BPMI)

EMSATUNEWS.CO.ID, BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Tak pandang bulu, orang dekat Presiden Prabowo pun tidak kebal hukum.

Salah satu buktinya adalah Dadan Hindayana, mantan anggota tim sukses Prabowo yang sempat diangkat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo tak melindungi ketika Dadan terjerat kasus korupsi.

“Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).

Baca Juga :  Jateng Masuk Gerbong PLTS 100 GWp, Proyek Gajah Mungkur Mulai Dibangun

Prabowo juga menyebut penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh. Meski dimiliki oleh Pontjo Sutowo yang merupakan kawannya, hukum tetap dijalankan dengan tegas.

Baca Juga :  Atasi Keterbatasan Anggaran, Jateng Andalkan Inpres Jalan Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

“Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara,” ucapnya.

Begitu pula saat Prabowo diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019. Ia melarang orang-orang dekatnya untuk berbisnis dengan Kementerian Pertahanan demi menghindari konflik kepentingan.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di New Delhi, Siap Perkuat Peran Indonesia di KTT ke-18 BRICS

“Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan,” ia menuturkan.

Baca Juga :  Uang Rp1,5 Miliar dan Perhiasan 107 gram Digondol Maling, Pelapor Keluhkan Lamanya Penanganan di Polres Pemalang

Hal yang sama dilakukan Prabowo saat menjadi Presiden. “Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya,” kata Prabowo

Bagi Prabowo, kepentingan rakyat di atas segala hal. “Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal,” tegasnya.*