Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahHikmahPemalang

Embung Pudak Wangi, Pesona Wisata Alam dan Mancing di Benowo Park Desa Penggarit

Joko Longkeyang
669
×

Embung Pudak Wangi, Pesona Wisata Alam dan Mancing di Benowo Park Desa Penggarit

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang — Desa Penggarit di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, kini punya destinasi wisata baru yang kian diminati wisatawan: Embung Pudak Wangi. Terletak di kawasan wisata religius Benowo Park, yang juga menjadi lokasi makam Pangeran Benowo—pendiri Kabupaten Pemalang—Embung Pudak Wangi menyuguhkan perpaduan antara wisata alam, pertanian, dan religi.

Advertisement

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, saat ditemui pada Jumat (18/4), menjelaskan bahwa embung ini awalnya merupakan tempat penampungan air untuk irigasi sawah dan budidaya ikan. Namun, berkat inisiatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, sebagian area embung kini dimanfaatkan sebagai arena wisata mancing yang terbuka untuk umum.

Baca Juga :  Bupati Kendal Serahkan Bantuan Cadangan Pangan Bagi Warga Desa Tambakrejo

“Kami ingin menghadirkan wisata yang bermanfaat, baik dari sisi pertanian maupun hiburan,” ujar Imam.

Ada tiga pilihan paket wisata mancing yang ditawarkan:

1. Paket joran dan pakan yang disediakan Pokdarwis, dengan biaya sewa Rp25.000 per orang, berlaku pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

2. Paket harian bagi pemancing yang membawa peralatan sendiri, cukup membayar Rp25.000 dan mendapatkan bonus secangkir kopi, berlaku pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

3. Tiket hemat untuk waktu 4 jam (pukul 08.00 – 12.00 WIB) seharga Rp15.000, bagi yang membawa peralatan pribadi.

Jenis ikan yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari ikan nila, bawal, gabus, hingga beberapa ikan endemik khas perairan setempat. Menariknya, hasil pancingan bisa langsung dibawa pulang oleh pemancing.

Baca Juga :  Jaga Kamtibmas, Anggota Polsek Brebes Giat Sambang di Kantor Pemdes

Sejak resmi dibuka pada 2 April 2025, embung ini telah dikunjungi rata-rata 50 wisatawan per hari, baik dari dalam maupun luar daerah.

Ke depan, Imam berharap kawasan wisata ini akan terus dikembangkan. “Kami berencana membuat jogging track mengelilingi embung sepanjang kurang lebih satu kilometer agar lebih menarik bagi wisatawan keluarga dan komunitas olahraga,” imbuhnya.

Dengan semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat, Embung Pudak Wangi berpotensi menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang )

Pangkas Biaya Operasional, Pemkab Pemalang Lirik Tren Kendaraan Dinas Listrik ​PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang tengah serius mempertimbangkan peralihan kendaraan dinas operasional dari mesin konvensional ke tenaga listrik. Inisiatif ini digulirkan sebagai respons atas kebutuhan efisiensi energi dan optimalisasi belanja daerah di masa depan. ​Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa penggunaan teknologi ramah lingkungan ini merupakan langkah konkret untuk menekan pengeluaran rutin pemerintah secara signifikan. ​”Tujuan utama penggunaan mobil listrik ini adalah penghematan. Kami mengestimasi adanya efisiensi biaya hingga 50 persen dibandingkan saat kita masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM),” tutur Anom, Rabu (15/4/2026). ​Menyelaraskan Kebijakan Pusat dengan Kondisi Daerah ​Selain demi penghematan ekonomi, transisi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung mandat Pemerintah Pusat terkait percepatan penggunaan energi bersih di sektor publik. ​Meski demikian, Anom mengingatkan bahwa proses pengadaan unit baru akan tetap dipijakkan pada realitas finansial daerah. Implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan secara proporsional sesuai dengan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang. ​Tahapan Evaluasi dan Penataan Aset ​Terkait teknis penggantian armada, Pemkab Pemalang tidak akan terburu-buru. Saat ini, otoritas terkait masih melakukan pendalaman terhadap aturan main pengadaan barang dan penghapusan aset lama. ​”Kami sedang menelaah regulasinya secara cermat. Sangat penting bagi kami untuk mengevaluasi usia teknis dari armada yang ada saat ini sebelum mengambil keputusan, apakah aset-aset lama tersebut nantinya akan dilelang atau dikelola melalui mekanisme lain,” pungkas Bupati. ​Melalui perencanaan yang matang, transisi menuju kendaraan listrik ini diharapkan menjadi pilar baru dalam mewujudkan manajemen birokrasi yang lebih hemat biaya, modern, dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Berita Utama

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang tengah…