Emsatunews.co.id, Pemalang– Kabut duka menyelimuti Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, saat prosesi pemakaman militer melepas kepergian Brigjen TNI (Purn) M. Haryanto, S.IP. Jenderal bintang satu yang pernah menjabat sebagai Perwira Ahli Staf Khusus Tingkat II Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI tersebut dimakamkan dengan penuh kehormatan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pagaran, Kamis (15/1).
Kepergian sosok putra daerah kelahiran 2 November 1969 ini menyisakan kesedihan mendalam. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Mitra Keluarga Cibubur, Jakarta, pada Rabu (14/1) malam akibat sakit yang dideritanya. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, Kodim 0711/Pemalang menggelar upacara persemayaman di rumah duka, Jalan Progo No. 72, sebelum akhirnya diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir.
Upacara kebesaran militer dipimpin langsung oleh Marsma TNI (Purn) Drs. Moh. Frans Yusuf, M.M. dari Biro Kesejahteraan DPP LVRI. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa bangsa Indonesia baru saja kehilangan sosok prajurit setia yang memiliki dedikasi tanpa batas terhadap NKRI.”Almarhum adalah representasi dari nilai-nilai perjuangan. Disiplin, kesetiaan, dan keikhlasan yang beliau tunjukkan selama bertugas harus menjadi kompas bagi generasi muda TNI maupun masyarakat umum,” tegas Marsma Frans Yusuf di hadapan para pelayat.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan melibatkan pasukan upacara dari Kodim 0711/Pemalang di bawah komando Kapten Arm Andumiyanta. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solihin, S.H., Kapolsek Pemalang AKP Agus Soleh, S.H., serta perwakilan dari LVRI dan FKPPI Pemalang.
Sepanjang masa dinasnya, Brigjen M. Haryanto bukan hanya dikenal sebagai perwira yang cerdas, tetapi juga sarat prestasi. Hal ini terbukti dari deretan tanda jasa yang disematkan kepadanya, seperti Satya Lencana VIII, XVI, dan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, hingga Bintang Yudha Dharma Nararya.
Isak tangis keluarga tak terbendung saat bendera Merah Putih diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang kini harus melepas sang ayah kembali ke haribaan Sang Pencipta.”Mari kita maafkan segala kekhilafan Almarhum semasa hidup. Kita doakan agar arwahnya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ajak Inspektur Upacara menutup prosesi yang berlangsung dengan penuh tertib dan lancar tersebut.**( Joko Longkeyang).















