Emsatunews.co.id, Cilacap – Kabut pagi masih menyelimuti Laguna Segara Anakan ketika sebuah perahu compreng membelah ombak dari Dermaga Sleko menuju Kecamatan Kampung Laut, Kamis (22/1). Di atas kapal sederhana itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, bukan sekadar sedang melakukan kunjungan kerja biasa. Ia tengah menapaki jejak perjuangan seorang pendidik bernama Muchtar.
Perjalanan ini merupakan bentuk apresiasi Sumarno setelah mendengar kisah hidup Muchtar pada peringatan Hari Korpri 2025 lalu di TVRI. Sejak tahun 2008, Muchtar melakoni rutinitas luar biasa: berangkat pukul 04.00 WIB dari Purbalingga, menempuh jalur darat dan laut selama hampir tiga jam demi mengajar di SMA Negeri 1 Kampung Laut.”Saya bertemu Pak Muchtar saat beliau menjadi tokoh inspirator. Kisah dedikasinya menyentuh hati saya, dan hari ini saya ingin merasakan langsung denyut perjuangan itu,” ujar Sumarno saat tiba di lokasi.
Tak sekadar duduk manis, Sumarno sempat mencoba mengemudikan perahu di sela perjalanan laut selama 2,5 jam tersebut. Setibanya di Dermaga Klaces pukul 08.30 WIB, ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju sekolah.
Di hadapan para siswa dan guru, Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jateng menitipkan pesan mendalam. Baginya, pendidikan adalah fondasi utama peradaban. Tanpa pendidikan yang mumpuni, mimpi menjadi negara maju akan sulit terwujud.”Pendidikan adalah kunci. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka peradaban dan kesejahteraannya pun akan ikut terangkat,” tandasnya.
Meski fasilitas sekolah dan sarana transportasi bagi guru kini mulai memadai, Sumarno menyoroti tantangan sosial yang masih membayangi wilayah pesisir tersebut. Budaya lokal yang cenderung mendorong anak untuk segera mencari nafkah menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah.”Kami sangat berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Kampung Laut. Motivasi untuk konsisten belajar harus terus dipupuk, baik oleh orang tua maupun lingkungan,” tambahnya.
Meski berada di wilayah terluar, SMA Negeri 1 Kampung Laut terbukti mampu bersaing. Kepala Sekolah, Muhammad Lutfi Khamdan, mengungkapkan bahwa sekolah yang menaungi 230 siswa ini sukses mengirimkan dua delegasi ke tingkat provinsi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk bidang Kimia dan Astronomi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kunjungan tersebut Sekda juga menyerahkan bantuan renovasi Masjid SMA N 1 Kampung Laut Tahap II sebesar Rp25 juta serta bantuan pengurukan lahan terdampak rob senilai Rp50 juta. Paket tas sekolah juga diberikan secara simbolis kepada para siswa sebagai pelecut semangat belajar di tengah kepungan air laut. ( Joko Longkeyang ).















