Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Bakorwil Jadi “Jantung” Ekonomi Solo Raya

Joko Longkeyang
17
×

Bakorwil Jadi “Jantung” Ekonomi Solo Raya

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Surakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan arah baru pembangunan wilayah dengan menjadikan Solo Raya sebagai proyek percontohan (pilot project) aglomerasi ekonomi regional. Langkah strategis ini menempatkan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) sebagai pusat kendali untuk menyatukan kekuatan lintas kabupaten dan kota.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Solo Raya tidak boleh lagi bergerak secara parsial. Menurutnya, potensi besar di kawasan ini harus dikelola dalam satu kesatuan kekuatan agar tidak terfragmentasi.​“Aglomerasi Solo Raya tidak boleh berhenti di wacana. Harus ada satu pusat kendali agar investasi, perdagangan, dan potensi ekonomi wilayah bisa disatukan,” ujar Ahmad Luthfi saat memberikan arahan dalam acara Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Kodim 1710/Mimika Bersama Polres Mimika Laksanakan Apel Pengamanan Mayday

​Luthfi menjelaskan, posisi Provinsi bukan untuk memangkas kewenangan pemerintah daerah, melainkan sebagai integrator. Bakorwil akan menjadi ruang konsolidasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, hingga akademisi tanpa merepotkan birokrasi di tingkat bupati atau wali kota.

Gubernur juga mengajak asosiasi seperti Kadin, PHRI, APINDO, hingga akademisi untuk aktif memanfaatkan Bakorwil sebagai simpul koordinasi. Ia menekankan bahwa kekuatan Solo Raya bertumpu pada sinergi antara industri besar, pariwisata, dan UMKM.”Jika UMKM, hotel, dan sektor kreatif saling terhubung, wisatawan akan tinggal lebih lama. Inilah yang menciptakan efek domino bagi ekonomi warga,” tambahnya.

Baca Juga :  Kadus Harus Bisa Membaur Bersama Masyarakat dan Bisa Tidaknya Selesaikan Masalah di Wilayahnya Tetap Lapor Ke Kadesnya

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indrianto, mengakui selama ini potensi Solo Raya masih bersifat lokal dan belum terkonsolidasi secara kolektif. Ia menilai pola lama harus diubah jika ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.“Tambahan tiga persen untuk mencapai angka delapan persen mustahil tercapai jika kita masih berjalan sendiri-sendiri,” tegas Ferry.

​Data DPMPTSP Jawa Tengah menunjukkan realisasi investasi Jateng tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Solo Raya memberikan kontribusi signifikan dengan pembagian karakter investasi yang unik: Kota Surakarta unggul di sektor jasa dan pariwisata, sementara wilayah penyangga seperti Boyolali, Karanganyar, dan Sragen menjadi magnet bagi investor industri manufaktur.**( Joko Longkeyang)