Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Dongkrak Produksi Padi, Gubernur Jateng Resmikan Dua Embung di Blora

Joko Longkeyang
7
×

Dongkrak Produksi Padi, Gubernur Jateng Resmikan Dua Embung di Blora

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Blora – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat infrastruktur pengairan demi mengejar target produksi padi sebesar 9,5 hingga 10,5 juta ton pada tahun 2026. Langkah nyata ini ditunjukkan dengan peresmian dua embung di kawasan Karangjati, Kabupaten Blora, yang diproyeksikan menjadi solusi irigasi bagi puluhan hektare lahan pertanian warga.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung peresmian Embung Karangjati yang berlokasi di Dukuh Nglawiyan tersebut pada Senin (2/2/2026). Infrastruktur ini diharapkan mampu mengubah pola tanam petani setempat dari tadah hujan menjadi lebih produktif.

Advertisement

​Embung yang menelan anggaran sebesar Rp8,5 miliar ini terbagi menjadi dua bagian, yakni Embung Utara dan Embung Selatan. Secara akumulasi, keduanya mampu menampung hampir 68 ribu meter kubik air. Fasilitas ini diprediksi dapat menjamin ketersediaan air untuk 40 hektare lahan pertanian, bahkan saat musim kemarau melanda.”Kehadiran embung ini sangat strategis karena memungkinkan petani melakukan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun. Selain irigasi, kawasan ini juga berpotensi menggerakkan sektor UMKM lokal,” ujar Ahmad Luthfi usai meninjau lokasi.

Baca Juga :  Tangani Tanah Gerak Brebes, Gubernur Percepat Huntara dan Relokasi Warga

​Ia menambahkan bahwa proyek di Blora ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain. Pada tahun 2026, Pemprov Jateng berencana menambah intensitas pembangunan embung guna memperkuat ekonomi rakyat berbasis pertanian.

​Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut baik respons cepat Pemprov Jateng atas usulan pembangunan yang sebenarnya sudah dinantikan kelompok tani sejak 2017. Menurutnya, infrastruktur ini sangat vital bagi Blora yang merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Provinsi Jateng Pertahankan TPID Terbaik Jawa–Bali 2025

​Senada dengan Bupati, Karyono selaku perwakilan Kelompok Tani Sidodadi merasa optimis dengan masa depan pertanian di desanya. Selama ini, petani Karangjati kerap mengalami gagal panen jika memaksakan tanam kedua karena keterbatasan air.”Sebelum ada embung, kami hanya berani tanam padi sekali setahun. Sekarang kami yakin bisa tanam tiga kali dengan pola padi-padi-hortikultura atau tembakau,” ungkap Karyono dengan penuh syukur.

​Dengan penguatan infrastruktur pengairan ini, Jawa Tengah semakin optimistis mampu menjaga statusnya sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional pada tahun 2026.**( Joko Longkeyang).