Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Jadi Poros Pekerja Migran Profesional, Siap Taklukkan Pasar Dunia!

Joko Longkeyang
28
×

Jateng Jadi Poros Pekerja Migran Profesional, Siap Taklukkan Pasar Dunia!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang– Provinsi Jawa Tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam dunia ketenagakerjaan internasional. Tidak lagi sekadar mengirim tenaga kerja kasar, wilayah ini kini fokus mencetak Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor profesional yang kompeten dan terlindungi secara menyeluruh.

​Komitmen strategis tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, di Kantor Gubernur, Kamis (5/3/2026). Langkah ini merupakan dukungan nyata terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan penempatan 500.000 tenaga profesional Indonesia di luar negeri.

Advertisement

​Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu basis terbesar pengiriman PMI. Data menunjukkan tren positif; dari sekitar 17.440 orang pada 2021, jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 62.276 pada 2025. Wilayah penyumbang utama meliputi Cilacap, Kendal, Brebes, hingga Kebumen.​”Pekerja migran adalah duta investasi kita. Kita harus pastikan mereka berangkat dengan prosedur resmi agar tidak menjadi korban pihak tak bertanggung jawab. Jika ekosistemnya tertata, perlindungan mereka akan jauh lebih kuat,” ujar Luthfi.

Baca Juga :  Naga, Minuman Sehat Alami, Karya Anak Muda Desa Gunungjaya

​Untuk mendukung ambisi global tersebut, Jawa Tengah mengandalkan ekosistem pendidikan yang masif. Tercatat, daya tampung gabungan dari Balai Latihan Kerja (BLK), SMK, hingga politeknik di provinsi ini mencapai 1,2 juta orang.

Baca Juga :  Tok!! Sengketa Pilgub Jateng Resmi Berakhir, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Siap Dilantik

​Fasilitas ini akan dimaksimalkan untuk melatih keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman budaya negara tujuan. Hal ini penting agar pekerja migran tidak hanya cakap secara profesi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat.

​Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sarana prasarana di Jawa Tengah. Menurutnya, pemetaan potensi di daerah adalah langkah awal yang krusial.”Daya tampung lembaga vokasi di Jateng sangat menggembirakan. Ini modal besar bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja di sektor-sektor profesional di pasar dunia,” kata Dzulfikar.**( Joko Longkeyang).