Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Filosofi ‘Kacamata’ Mbah Munif untuk Ahmad Luthfi di Akhir Ramadan

Joko Longkeyang
22
×

Filosofi ‘Kacamata’ Mbah Munif untuk Ahmad Luthfi di Akhir Ramadan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang– Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan rangkaian silaturahmi ke sejumlah ulama kharismatik. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menerima pesan mendalam serta simbol “kacamata” sebagai pengingat untuk selalu melihat dan berpihak pada kepentingan rakyat, Jumat (20/3/2026).

​Destinasi pertama dalam agenda sowan ini adalah Pondok Pesantren Girikusumo, Mranggen, Demak. Di sana, Luthfi disambut hangat oleh KH Munif Muhammad Zuhri atau yang akrab disapa Mbah Munif. Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut melahirkan momen unik saat Mbah Munif memberikan dan memakaikan langsung sebuah kacamata hitam kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Advertisement

​”Ini ada kacamata untuk dipakai Pak Luthfi,” ujar Mbah Munif singkat namun sarat makna. Simbol ini melengkapi tongkat berukir yang pernah diberikan sang ulama kepada Luthfi pada 2024 silam.

​Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat

​Di balik pemberian kacamata tersebut, Mbah Munif menitipkan amanah agar pemerintah terus menebar kebahagiaan dan fokus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam menjalankan program-program pro-rakyat.

Baca Juga :  Sistem Memblokir, Empat Calon Jemaah Haji Comal Terancam Gagal Berangkat

​Beberapa program unggulan yang terus digenjot antara lain layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), pengentasan kemiskinan kolaboratif, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren melalui program “Santri Obah”.

​”Kami terus memetakan akar persoalan kemiskinan di setiap daerah agar penanganannya tepat sasaran. Semuanya masuk dalam roadmap pembangunan yang terintegrasi di seluruh Jawa Tengah,” tegas Luthfi.

​Respons Cepat Infrastruktur dan Pangan

​Tak hanya bicara soal spiritualitas, pertemuan tersebut juga menyentuh persoalan teknis di lapangan. Mbah Munif sempat menyinggung akses jalan yang terputus akibat longsor di jalur Mranggen-Ungaran. Menanggapi keluhan warga tersebut, Gubernur berjanji akan segera menerjunkan tim teknis untuk pengecekan dan perbaikan.

Baca Juga :  Dico Resmikan Hasil Pembangunan Tahun 2024 Di Hari Terakhirnya Sebagai Bupati Kendal

​Sebelumnya, Ahmad Luthfi juga menyambangi kediaman KH Fathurrohman Thohir di Ponpes Al-Ittihad, Kabupaten Semarang. Dalam dialog santai tersebut, isu kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran menjadi bahasan utama.

​Luthfi mengakui adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu, khususnya cabai, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem. Namun, ia memastikan stok pangan aman dan tidak ditemukan praktik penimbunan. “Intervensi pasar terus kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” imbuhnya.

​Lebaran yang Lebih Teduh

​Menutup rangkaian silaturahminya, Ahmad Luthfi merasakan suasana Idul Fitri tahun ini jauh lebih tenang dan damai. Menurutnya, tensi politik yang mulai mereda membuat masyarakat bisa merayakan hari kemenangan dengan lebih nyaman.”Lebaran kali ini terasa lebih ‘ayem’ dan kondusif. Suasana kebatinan masyarakat sangat positif,” pungkasnya.

​Rangkaian sowan di penghujung Ramadan ini menegaskan bahwa kepemimpinan di Jawa Tengah tetap berpijak pada restu dan nasihat para ulama demi kemaslahatan umat. **( joko Longkeyang).