Emsatunews.co.id, Pemalang – Rona bahagia terpancar dari wajah puluhan perantau asal Batam saat bus yang membawa mereka memasuki Terminal Induk Tipe A Pemalang pada Jumat (20/03/2026). Kedatangan rombongan mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang ini disambut langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Program mudik gratis ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warga Ikatan Keluarga Pemalang (Ikmal) yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman. Tercatat sebanyak 49 pemudik tiba dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang melintasi jalur laut dan darat.
Turut mendampingi Bupati dalam penyambutan tersebut, Asisten Administrasi serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Pemalang, Heru Weweg Sembodo.
Perjalanan Jauh Demi Silaturahmi
Para pemudik ini sebelumnya berangkat dari Batam menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan darat menuju Pemalang menggunakan bus bantuan pemkab. Meski sempat terdapat penyesuaian jadwal perjalanan, seluruh rombongan dilaporkan tiba dalam kondisi kesehatan yang prima.
Bupati Anom Widiyantoro dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan para perantau untuk menjaga tali silaturahmi dengan keluarga di desa.
”Selamat datang kembali di tanah kelahiran. Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak dan Ibu sekalian. Walaupun ada dinamika di perjalanan, yang paling utama adalah niat suci silaturahmi ini bisa terwujud. Selamat berkumpul dengan keluarga tercinta,” ujar Bupati Anom.
Komitmen Pelayanan Publik
Penyediaan fasilitas mudik gratis ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meringankan beban biaya transportasi bagi warga Pemalang di perantauan. Selain memberikan rasa aman, program ini juga memastikan para pemudik mendapatkan layanan transportasi yang layak dan terkoordinasi dengan baik.
Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti area kedatangan terminal saat para pemudik satu per satu turun dari bus dan bersalaman dengan jajaran Forkopimda yang hadir, sebelum akhirnya dijemput oleh sanak saudara menuju rumah masing-masing.**( Joko Longkeyang).















