Emsatunews.co.id, Pemalang – Semangat gotong royong kembali membara di Kabupaten Pemalang. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, SE. M.M., secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Pendopo Desa Klarean, Kecamatan Petarukan, Rabu (22/4/2026).
Meski guyuran hujan sejak pagi memaksa lokasi upacara berpindah dari lapangan ke pendopo desa, suasana pembukaan tetap berlangsung khidmat. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menjadi bukti nyata soliditas antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Fokus Infrastruktur Desa
Dalam TMMD kali ini, sasaran utama pembangunan fisik difokuskan pada pengerjaan talud sepanjang 801 meter di Desa Klarean. Proyek yang ditargetkan selesai dalam 30 hari ini didukung oleh sinergi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Pemalang sebesar Rp225 juta dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp246 juta.
Bupati Anom Widiyantoro memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran TNI, khususnya Kodim 0711/Pemalang. Menurutnya, TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen penting dalam percepatan pembangunan ekonomi pedesaan.
”Program ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin desa-desa di Pemalang semakin mandiri dan sejahtera melalui infrastruktur yang lebih baik,” tegas Bupati Anom dalam sambutannya.
Kemanunggalan Lintas Sektor
Hadir dalam seremoni tersebut, Dandim 0711/Pemalang Letkol Muhammad Arif dan Kapolres Pemalang AKBP Rendi Setya Permana, beserta unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran berbagai elemen seperti pasukan TNI AD, AL, AU, Polri, hingga organisasi masyarakat (Ormas) menunjukkan betapa kuatnya kolaborasi lintas sektor di Pemalang.
Dandim 0711/Pemalang, Muhammad Arif, menyatakan bahwa TMMD merupakan momentum emas untuk mempererat kedekatan prajurit dengan warga.
”Kami berharap seluruh kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran. Mari sukseskan program ini dengan semangat gotong royong agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Dandim.
Target 30 Hari Kerja
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II ini akan berlangsung hingga 21 Mei 2026 mendatang. Selain pembangunan fisik, program ini juga menjadi ajang pemberdayaan masyarakat agar lebih proaktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Dengan dimulainya pengerjaan talud di Desa Klarean, diharapkan aksesibilitas dan ketahanan lingkungan desa semakin kuat, sekaligus menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Petarukan.**( Joko Longkeyang).















