Emsatunews.co.id, Pemalang – Komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih kembali ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pada Senin (27/4/2026), bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, ia secara resmi mengambil sumpah jabatan 27 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Langkah ini mencakup pelantikan 26 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu Pejabat Fungsional Ahli Utama. Tercatat, sebanyak 13 posisi merupakan promosi jabatan, sementara 13 lainnya adalah hasil rotasi strategis guna memperkuat performa organisasi.
Sistem Merit Jadi Senjata Utama
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik kotor dalam pengisian jabatan. Ia menjamin bahwa seluruh pejabat yang naik takhta hari ini telah melalui penyaringan ketat berbasis kompetensi dan kinerja, serta mendapat lampu hijau dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).”Saya tegaskan, no titip-titip, tidak ada jasa penitipan jabatan di sini. Ini harus menjadi patokan kita semua untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” ujar Luthfi dengan tegas.
Gubernur menekankan bahwa rotasi adalah hal lumrah demi menjaga birokrasi agar tetap “sehat” dan tidak stagnan. Ia meminta setiap pejabat memaknai posisi baru mereka sebagai tanggung jawab moral yang besar kepada rakyat.
Birokrasi Tanpa Sekat: Respons 1×24 Jam
Tak hanya soal pengisian jabatan, Luthfi juga menyoroti lambannya penanganan keluhan masyarakat yang sering terjadi akibat birokrasi yang berbelit. Ia menginstruksikan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan revolusi mental di unit kerja masing-masing.”Birokrasi ada untuk melayani, bukan mempersulit. Saya tidak mau lagi mendengar ada aduan warga yang dibiarkan tanpa kejelasan. Setiap komplain harus selesai ditindaklanjuti dalam waktu 1×24 jam,” tambahnya.
Wajah Baru di Posisi Vital
Beberapa sektor strategis kini dipimpin oleh sosok-sosok yang diharapkan mampu membawa perubahan instan. Nama-nama seperti Muhammad Masrofi (Kepala Bapenda), Dwianto Pryonugroho (Kepala BPKAD), hingga dr. Zulfachmi Wahab (Kepala Dinas Kesehatan) kini menjadi tumpuan di posisinya masing-masing.
Selain itu, sektor kesehatan daerah juga diperkuat dengan kepemimpinan baru, termasuk Yunita Dyah Suminar sebagai Direktur RSUD Dr. Moewardi dan Ikhwan Hamzah sebagai Direktur RSJD Dr. Amino Gondohutomo.
Di akhir prosesi, Gubernur mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia berharap, wajah baru di birokrasi Jawa Tengah ini mampu memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.**( Joko Longkeyang).















