Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Tragedi di Makam Desa Bulu: Berteduh Saat Tahlilan, Satu Warga Pemalang Tewas Tersambar Petir

Joko Longkeyang
6
×

Tragedi di Makam Desa Bulu: Berteduh Saat Tahlilan, Satu Warga Pemalang Tewas Tersambar Petir

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Suasana khidmat tahlilan di Pemakaman Umum Desa Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Kamis sore (14/5/2026). Sambaran petir yang dahsyat dilaporkan merenggut satu nyawa dan menyebabkan satu warga lainnya mengalami luka bakar serius.

​Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat wilayah tersebut mulai diguyur hujan deras di tengah prosesi doa bersama.

Advertisement

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika warga tengah melangsungkan acara tahlilan di area pemakaman. Saat cuaca memburuk dan hujan turun, kedua korban bersama warga lainnya bergegas mencari perlindungan.

Baca Juga :  Oknum Kepala Sekolah di Pemalang Diduga Aniaya Siswa, Orang Tua Lapor Polisi Usai Diintimidasi

​Nahas, saat kedua korban memilih berteduh di bawah naungan tempat keranda, dentuman petir menyambar lokasi tersebut dengan sangat kuat. Sambaran itu langsung mengenai tubuh kedua korban hingga mereka terkapar di lokasi kejadian.

​Data Korban dan Kondisi Terkini

​Identitas korban telah dikonfirmasi oleh pihak setempat. Berikut rinciannya: AR Bin S (42): Warga Jalan Amanda, Kelurahan Pelutan, Pemalang. Korban dinyatakan Meninggal Dunia (MD) di lokasi kejadian. Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Dusun Sikentung, Kelurahan Petarukan. M Bin W (60): Warga Dusun Sikentung, Petarukan. Korban selamat namun mengalami luka bakar serius pada bagian wajah sebelah kiri. Saat ini, Maskuri tengah menjalani perawatan intensif di RS Siaga Medika Pemalang.

Baca Juga :  Danrem 074/Warastratam Kunjungi Kodim 0726/Sukoharjo

​Laporan Saksi Mata

​Insiden ini disaksikan langsung oleh sejumlah warga di lokasi, di antaranya Warsito (42) dan Eko Suprano (45), warga Dusun Kebonsari. Kejadian ini segera dilaporkan oleh Ketua RT setempat, Tarmo (51), kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.**( Joko Longkeyang).