Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Gubernur Jateng Ultimatum Mafia Titip Sekolah: Nekat Nitip, Saya Coret!

Joko Longkeyang
2
×

Gubernur Jateng Ultimatum Mafia Titip Sekolah: Nekat Nitip, Saya Coret!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Klaten – Kabar penting bagi orang tua dan calon siswa di Jawa Tengah! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027. Namun, tahun ini Gubernur Ahmad Luthfi membawa peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain curang.

​Dalam peluncuran SPMB di SMAN 1 Kemalang, Klaten, Selasa (19/5/2026), Gubernur Luthfi menegaskan moto baru: “No Titip-titip, No Jastip (Jasa Penitipan)”. Ia memberikan peringatan bahwa praktik titip-menitip kursi sekolah tidak akan ditoleransi sedikit pun.​”Semakin Anda titip, semakin saya coret. Jangan coba-coba menggunakan jasa penitipan. Hari ini saya jadikan moto di Jawa Tengah, kita bersihkan proses pendidikan dari praktik tidak terpuji,” tegas Luthfi dengan nada bicara lugas.

Advertisement
Baca Juga :  Babinsa Japoh Bersama Warga Gotonga-royong Bersihkan Lingkungan

​Ancaman Pidana bagi Pelanggar

Gubernur tidak main-main dalam menjaga transparansi. Ia memastikan seluruh proses SPMB diawasi ketat oleh publik hingga Ombudsman. Jika ditemukan bukti praktik pungli atau kecurangan, jalur hukum akan langsung ditempuh.”Jika ada bukti cukup, polisi bertindak dan jaksa menuntut. Kita ingin masyarakat dewasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

​Daya Tampung dan Akses Pendidikan Gratis

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Sadimin, memaparkan bahwa SPMB tahun ini menyediakan total 231.724 kursi. Angka tersebut mencakup sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP di Jawa Tengah yang mencapai 567.500 siswa.

Baca Juga :  Puluhan Anggota Kwarcab Pemalang Dapat Bantuan.

​Menariknya, Pemprov Jateng juga memperluas akses bagi keluarga kurang mampu melalui kemitraan dengan 139 SMA/SMK swasta. Tercatat ada 5.004 kursi di sekolah swasta yang biayanya sepenuhnya ditanggung oleh APBD Provinsi Jawa Tengah.

​Integrasi Data Digital secara Mandiri

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sistem informasi SPMB 2026 kini dikelola secara mandiri oleh Pemprov Jateng tanpa pihak ketiga. Data calon siswa telah terintegrasi langsung dengan Dapodik, EMIS Kemenag, hingga data kependudukan Dispermasdesdukcapil.

​Integrasi ini bertujuan untuk menutup celah manipulasi data. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, Jawa Tengah tercatat sebagai penyelenggara SPMB terbaik nasional karena minimnya aduan dan kasus. Dengan sistem yang semakin ketat, Pemprov optimis tahun ajaran 2026/2027 akan berjalan lebih bersih dan berkeadilan.( Joko Longkeyang).