Emsatunews.co.id, Pemalang – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, membawa pesan kuat bagi dunia pendidikan di wilayahnya. Saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dan Pemindahan Tugas Kepala Sekolah di SKB Comal, Minggu (24/5/2026), ia menegaskan bahwa jabatan baru ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan mandat untuk melakukan revolusi di sekolah.
Didampingi Ketua DPRD Pemalang, Drs. H. Martono, M.A., serta jajaran OPD terkait, Bupati Anom menitipkan masa depan generasi muda di pundak para kepala sekolah yang baru dilantik.
Transformasi Bukan Sekadar Kata
Bupati menekankan bahwa Kepala Sekolah harus menjadi “mesin” penggerak transformasi pendidikan. Di tengah disrupsi teknologi, ia menuntut para pendidik untuk tidak berhenti meng-upgrade diri. “Transformasi itu perubahan menuju arah lebih baik, dan itu tidak instan. Kepala sekolah dan guru harus terus mengasah skill. Kita belajar bukan hanya untuk murid, tapi untuk diri kita sendiri agar bisa beradaptasi dengan zaman,” tegas Anom Widiyantoro.
Sekolah Wajib “Bernapas”: Penghijauan dan Sumur Resapan
Yang menarik, Bupati Anom memberikan instruksi spesifik terkait pelestarian lingkungan. Ia mewajibkan seluruh instansi pendidikan di Kabupaten Pemalang untuk memiliki program penghijauan yang nyata dan membangun sumur resapan di area sekolah.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Keberadaan sumur resapan di setiap sekolah diharapkan mampu menjaga ketersediaan air tanah sekaligus menjadi solusi konkret dalam meminimalisir risiko banjir di Pemalang. Bupati ingin edukasi lingkungan menjadi makanan sehari-hari siswa, bukan sekadar teori di buku cetak.
Respons Tegas Soal Study Tour
Menyikapi polemik outing class atau studi wisata yang tengah hangat diperbincangkan publik, Bupati Anom memberikan kebijakan yang berpihak pada siswa namun tetap ketat secara pengawasan.
Ia memastikan kegiatan belajar di luar kelas tetap diperbolehkan karena merupakan hak edukasi peserta didik. Namun, ia memberi peringatan keras: jangan jadikan agenda siswa sebagai ladang bisnis.”Silakan study tour, itu hak anak untuk belajar di luar. Namun, manajemennya harus bersih, transparan, dan melibatkan OSIS. Tidak boleh ada oknum yang mencari keuntungan pribadi dari kegiatan ini,” tambahnya.
Sinergi untuk Pemalang Maju
Acara penyerahan SK tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Ketua Komisi A DPRD, Plh Sekda, hingga staf ahli bupati. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi sekolah-sekolah di Pemalang untuk tampil lebih inovatif, harmonis dengan masyarakat, dan berprestasi di tingkat nasional.( Joko Longkeyang).















