Emsatunews.co.id, Pemalang – Awan duka kembali menggelayuti keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Belum hilang rasa sedih setelah kehilangan salah satu kader terbaiknya, Drs. Rama, beberapa waktu lalu, kini partai berlambang kepala burung garuda tersebut harus kembali menerima kenyataan pahit.
Salah satu srikandi terbaik mereka yang duduk di kursi parlemen, Lulit Agusti Kurnia, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (10/06/2026).
Almarhumah Lulit Agusti Kurnia, yang juga dikenal luas sebagai istri Kepala Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang ini, mengembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Gerindra.
Sekretaris DPC Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pemalang, H. Wahyudi, membenarkan kabar duka tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan rasa kehilangan yang teramat besar atas kepergian rekan sejawatnya.
”Kami keluarga besar Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pemalang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Lulit Agusti Kurnia. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar H. Wardoyo dengan nada retak penuh kesedihan.
Di mata rekan-rekan sejawatnya di parlemen, almarhumah dikenal sebagai sosok legislator yang memiliki komitmen tinggi dalam mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dedikasinya terhadap tugas-tugas kepartaian maupun kedewanan dinilai sangat luar biasa.
H. Wardoyo mengenang almarhumah sebagai figur rekan seperjuangan yang ramah, bersahaja, namun memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap dinamika yang terjadi di tengah masyarakat Pemalang.
”Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi internal Partai Gerindra, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang yang selama ini diwakilinya. Semangat pengabdian dan loyalitas yang telah ditunjukkan almarhumah akan selalu kami kenang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, berbagai ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, pejabat publik, serta kolega sesama anggota dewan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhumah semasa hidup.( Joko Longkeyang).















