Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Gandeng MUI Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Ulama Jadi Penyejuk Umat Tangkal Hoaks

Joko Longkeyang
8
×

Gandeng MUI Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Ulama Jadi Penyejuk Umat Tangkal Hoaks

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, emsatunews.co.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bertindak sebagai cooling system atau penyejuk suasana di tengah masifnya peredaran disinformasi, berita bohong (hoaks), serta ujaran kebencian yang kian rawan mengontaminasi ruang publik digital. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas wilayah.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ulama memiliki kedudukan yang sangat vital dan melekat di hati masyarakat. Posisi tersebut dinilai menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam membimbing umat agar tidak mudah terombang-ambing oleh provokasi di era banjir informasi saat ini.

Advertisement

​”Kehadiran para tokoh agama dan ulama ini layaknya radiator yang mampu mendinginkan suhu sosial di saat tensi dinamika di tengah masyarakat mulai memanas. Melalui pembinaan yang sejuk, umat akan tetap tenang dan tidak gampang tersulut informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Ahmad Luthfi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jawa Tengah yang berlangsung di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah: Kita Tetap Lindungi Rakyat Kecil

​Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Tengah ini memaparkan bahwa jajaran eksekutif memiliki keterbatasan dalam mengurai pelbagai problematika daerah yang kian kompleks—mulai dari tantangan geopolitik hingga upaya penguatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya kerja sama yang solid antarinstansi dan kelembagaan.

​”Pemerintah tidak bisa bekerja secara individual bak superman. Menghadapi tantangan pembangunan yang besar ini, kita harus bergerak bersama sebagai sebuah super team yang saling melengkapi,” imbuhnya.

​Sebagai wujud keterbukaan, Ahmad Luthfi juga mengajak jajaran kepengurusan MUI Jawa Tengah yang baru untuk mengintensifkan komunikasi dengan pihak Pemerintah Provinsi. Ia bahkan menawarkan kompleks perkantoran gubernur untuk dimanfaatkan sebagai ruang diskusi bersama dalam membedah serta mencari solusi atas persoalan keumatan.

​Di sisi lain, potret keberhasilan pembangunan di Jawa Tengah turut dipaparkan dalam forum tersebut, di antaranya lonjakan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,89 persen serta keberhasilan menekan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen. Menurut Gubernur, capaian positif ini merupakan buah manis dari terjaganya stabilitas keamanan yang dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  H-7 Lebaran, Jalur Semarang-Godong Kembali Normal Usai Perbaikan Tanggul

​Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa MUI senantiasa teguh mengemban misi sebagai payung besar yang menaungi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di tanah air, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, hingga Al-Washliyah. Ia menekankan bahwa keragaman pandangan yang ada di dalam tubuh umat harus dikelola secara bijaksana agar tidak bertransformasi menjadi gesekan sosial.

​Gelaran Musda XI MUI Jawa Tengah kali ini mengusung tajuk utama “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”. Forum musyawarah ini diproyeksikan sebagai ruang konsolidasi organisasi, perumusan program kerja taktis, sekaligus penentuan nakhoda kepengurusan baru MUI Jawa Tengah untuk masa bakti periode 2026–2031.*( Joko Longkeyang).