Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPendidikan

Pantau Posko SPMB, Ahmad Luthfi Tegaskan Pelayanan Bersih Bebas Titipan

Joko Longkeyang
28
×

Pantau Posko SPMB, Ahmad Luthfi Tegaskan Pelayanan Bersih Bebas Titipan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik krusial pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil guna menjamin hak pendidikan masyarakat terpenuhi secara berkeadilan, transparan, serta bersih dari praktik pungutan liar maupun intervensi pihak luar.

​Dalam pemantauan langsung yang berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta SMA Negeri 3 Semarang pada Sabtu pagi (13/6/2026), Ahmad Luthfi menyaksikan secara dekat proses verifikasi berkas dan pelayanan pengaduan masyarakat. Ia menyebut respons masyarakat sangat positif terhadap kesigapan para petugas di lapangan.”Masyarakat tidak ada yang komplain, bahkan mereka memberikan bintang lima. Artinya pelayanan dari dinas dan staf sangat baik dan luar biasa,” tutur Ahmad Luthfi di sela-sela peninjauan.

Advertisement

​Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, kendala yang jamak ditemui warga sejauh ini hanya berkisar pada persoalan teknis digitalisasi, seperti tata cara mengunggah dokumen administrasi dan pengisian koordinat data spasial pada aplikasi pendaftaran. Menanggapi hal itu, panitia di setiap satuan pendidikan telah disiagakan untuk memberikan asistensi langsung.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Meriahnya Kirab Takir di Mejagong, Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya

Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para guru serta jajaran dinas terkait yang tetap membuka posko pelayanan prima meskipun memasuki masa libur akhir pekan. Komitmen tersebut dinilai penting demi menyelamatkan masa depan generasi muda sebagai aset berharga daerah.“Contohnya ibu ini, kita berusaha membantu agar bisa terakomodasi. Ini salah satu bentuk pelayanan agar anak-anak kita bisa menentukan pilihan pendidikan terbaik. Mereka adalah aset daerah dan masa depan Jawa Tengah,” terangnya seraya menunjuk salah satu orang tua siswa yang sedang dibantu petugas.

​Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut kembali menggaungkan maklumat integritas melalui semboyan “No Titip-Titip, No Jastip”. Ia menegaskan bahwa seluruh struktur kuota prasyarat jalur masuk telah dikunci secara sistemis sesuai dengan regulasi payung hukum yang berlaku.

​Untuk jenjang SMA Negeri, porsi kelulusan bertumpu pada jalur domisili sebesar 33 persen, jalur afirmasi bagi keluarga tidak mampu 32 persen, jalur prestasi 30 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen. Sementara untuk jenjang SMK Negeri, kuota didominasi oleh jalur prestasi sebesar 75 persen, disusul jalur afirmasi 15 persen, dan jalur domisili 5 persen.​“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua dan wali murid secara jelas agar tidak ada komplain,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan daring kepada para Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Tengah.

Baca Juga :  DPRD Gelar Paripurna, Bupati Pemalang Laporkan Raperda Tahap I yang Telah Disetujui

​Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menguraikan bahwa kelancaran lalu lintas data pada portal SPMB 2026 didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang tangguh. Pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah serta menggandeng penyedia komputasi awan internasional, Alibaba.

​Penerapan teknologi cloud server auto scaling mutakhir sengaja dipasang guna mengantisipasi lonjakan arus pengguna (traffic) secara otomatis saat masa puncak pendaftaran. Selain itu, keandalan sistem juga diproteksi dengan mekanisme pencadangan data multi-zone untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem terpusat.”Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” pungkas Sadimin memastikan keamanan identitas seluruh calon peserta didik di Jawa Tengah. ( Joko Longkeyang).