Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Pemprov Jateng Mengurai Sumbatan Logistik di Bumi Sukowati

Joko Longkeyang
9
×

Pemprov Jateng Mengurai Sumbatan Logistik di Bumi Sukowati

Sebarkan artikel ini

SRAGEN, Emsatunews.co.id, — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah diskresi taktis untuk memulihkan kemantapan infrastruktur jalan yang merosot tajam di daerah. Melalui pengosongan sumbatan birokrasi anggaran senilai Rp 38,2 miliar, Pemprov Jateng memprioritaskan pembenahan jalur distribusi dan urat nadi perekonomian yang telah rusak menahun di Kabupaten Sragen. Langkah cepat ini dibidik tuntas sepenuhnya sebelum pergantian tahun anggaran.

​Fokus akselerasi penanganan bertumpu pada dua titik krusial yang selama ini memicu keluhan laten masyarakat, yakni sebagian lajur Jalan Sukowati serta jalur Galeh-Ngrampal. Kepastian eksekusi fisik tersebut mengemuka seusai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas memverifikasi langsung titik-titik kerusakan, Kamis (18/6/2026).

Advertisement

​”Berdasarkan pengecekan faktual di lapangan, derajat kerusakan di beberapa segmen ini memang masuk kategori luar biasa parah. Pemerintah provinsi berkomitmen menyelesaikan titik prioritas ini karena dampaknya sangat langsung terhadap denyut nadi ekonomi warga,” ujar Henggar di Sragen.

​Terobosan Pola Penganggaran

​Ikhtiar mengembalikan kelayakan jalan sepanjang total 2,7 kilometer ini menerapkan formula penganggaran yang tangkas guna memotong rantai birokrasi penanganan darurat. Untuk merekonstruksi Jalan Sukowati sepanjang 1 kilometer, Pemprov Jateng mengandalkan instrumen Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dengan alokasi sebesar Rp 16,5… murni sebesar Rp 7,3 miliar, pemprov mengintervensi penataan sepanjang 1,7 kilometer di jalur tersebut. Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan simultan pada awal Agustus 2026 dengan masa estimasi kerja selama lima bulan.

Baca Juga :  Infrastruktur Jateng Dipuji, Pemudik Arus Balik 2026: Jalan Halus dan Nyaman!

​”Jika seluruh tahapan lelang berjalan sesuai lini masa, proyek ini diproyeksikan rampung tahun ini. Pembenahan berkala akan terus kami dorong pada tahun anggaran berikutnya mengingat tantangan kerusakan jalan di lapangan masih cukup dinamis,” kata Henggar menjelaskan.

​Tantangan infrastruktur di Kabupaten Sragen memang belum sepenuhnya usai. Jalur Galeh-Ngrampal yang membentang sepanjang 20,65 kilometer saat ini masih menyisakan sekitar 7 kilometer jalan rusak yang membutuhkan penanganan bertahap. Pada tahun anggaran 2025, pemprov sebenarnya telah mencicil preservasi sepanjang 1,6 kilometer di jalur tersebut dengan serapan anggaran Rp 11,99 miliar.

​Mengurai Batas Otoritas

​Persoalan jalan rusak di pusat kota Sragen selama ini kerap memicu polemik di tingkat tapak akibat pembagian status kewenangan yang membingungkan masyarakat awam. Jalur Sukowati, yang menjadi wajah utama kabupaten, seolah terbelah menjadi dua otoritas hukum.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Ajak Santri dan Wali Murid Menghargai Jasa Guru

​Bupati Sragen Sigit Pamungkas memaparkan, segmen Jalan Sukowati dari arah Alun-alun Sragen ke barat merupakan yurisdiksi Pemerintah Kabupaten Sragen yang saat ini kondisinya relatif prima. Sebaliknya, titik sumbatan parah justru menyergap segmen arah timur menuju Terminal Pilangsari yang secara regulasi berada di bawah kewenangan provinsi.

​”Kerusakan yang paling serius dan mengancam keselamatan pengendara berada di wilayah kewenangan provinsi. Oleh karena itu, kebijakan percepatan ini menjadi jawaban konkret atas kegelisahan publik yang selama ini menanti kejelasan,” tutur Sigit.

​Bagi masyarakat akar rumput, realisasi proyek ini memunculkan harapan baru setelah penantian bertahun-tahun. Gianto, seorang warga yang bermukim di sekitar ruas Galeh-Ngrampal, mengisahkan bagaimana rusaknya akses jalan tidak hanya menghambat rantai pasok hasil pertanian ke pasar, melainkan juga kerap mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.

​Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa akselerasi infrastruktur jalan menjadi agenda mendesak dalam kebijakan pembangunan tahun 2026. Merespons penurunan kemantapan jalan akibat tingginya intensitas curah hujan dan cuaca ekstrem belakangan ini, Pemprov Jateng melakukan realokasi anggaran hingga Rp 200… n konektivitas harian, melainkan pilar utama untuk menekan biaya logistik daerah serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil,” ujar Ahmad Luthfi.