PEMALANG, Emsatunews.co.id – Langkah nyata dalam merawat akar kebudayaan sekaligus menebar jaring pengaman sosial kembali ditunjukkan oleh legislator senayan. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Rizal Bawazier, bersiap menggebrak Kabupaten Pemalang melalui sebuah inisiatif segar yang memadukan antara pertunjukan seni tradisional yang memukau dan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat bawah.
Wakil rakyat yang bertugas di Komisi VI DPR RI tersebut menginisiasi sebuah pagelaran akbar bertajuk “Pentas Budaya & Santunan Anak Yatim”. Agenda yang dirancang terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya alias gratis ini akan dipusatkan di Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Jumat, 3 Juli 2026 mendatang.
Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap kekhawatiran terkikisnya identitas lokal di tengah gempuran modernisasi. Melalui pesan tertulis pada Jumat (26/6/2026), Rizal Bawazier menegaskan bahwa upaya merangkul konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah—yang meliputi Batang, Pekalongan, dan Pemalang—harus dilakukan lewat pendekatan yang humanis dan menyentuh aspek kultural.
### **Menepis Jarak di Era Digital**
Menurut Rizal, tantangan terbesar generasi muda hari ini adalah mempertahankan identitas bangsa di tengah kepungan arus informasi digital. Kehadiran pentas tari tradisional dalam acara ini bukan sekadar menjadi tontonan pelipur lara, melainkan sebuah gerakan edukatif yang strategis.
“Kami ingin generasi muda tidak kehilangan obor sejarahnya. Seni tari tradisional yang akan ditampilkan nanti adalah media komunikasi visual yang efektif untuk mengenalkan kembali kekayaan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang kita,” tutur Rizal dalam keterangannya.
Melalui panggung budaya ini, masyarakat lokal diharapkan dapat memetik hiburan yang sehat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk kebudayaan asli daerah sendiri. Pendekatan kultural ini dinilai efektif untuk mencairkan kekakuan komunikasi antara pejabat publik dan masyarakat pemilihnya.
### **Filantropi di Jantung Perdesaan**
Tidak hanya berbicara soal estetika panggung, legislator PKS ini juga membawa misi sosial yang mendalam. Agenda utama yang tidak kalah krusial dalam perhelatan tersebut adalah penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim yang tersebar di wilayah perdesaan Kecamatan Petarukan.
Aksi filantropi ini menjadi bukti komitmen Rizal Bawazier bahwa kehadiran seorang anggota dewan harus dirasakan secara riil dalam bentuk meringankan beban ekonomi masyarakat kecil. Kegiatan ini menjadi jembatan kepedulian yang diharapkan mampu memantik semangat gotong royong yang lebih luas di tengah masyarakat Pemalang.
Sebagai anggota Komisi VI yang membidangi kemitraan dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, BUMN, serta Perdagangan, Rizal memahami bahwa penguatan aspek sosial-ekonomi di tingkat desa harus dimulai dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar, termasuk memuliakan anak-anak yatim.
### **Undangan Terbuka untuk Warga**
Menjelang hari pelaksanaan, jajaran kepanitiaan lokal bersama struktur Fraksi PKS terus mematangkan persiapan di lapangan agar jalannya acara di Desa Kendalsari berlangsung dengan tertib dan khidmat. Rizal pun melayangkan ajakan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk hadir memadati lokasi acara.
“Ini adalah momentum kita bersama untuk merapatkan barisan, mempererat tali silaturahmi, sekaligus mengetuk pintu langit lewat doa dan santunan anak yatim. Mari ajak keluarga, tetangga, dan kerabat untuk datang langsung menyaksikan kemegahan budaya kita,” pungkasnya.
Kolaborasi apik antara pelestarian tradisi dan aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pemangku kebijakan lain dalam mengemas program kemasyarakatan yang tidak hanya berdampak secara seremonial, melainkan juga meninggalkan jejak sosial yang mendalam di hati sanubari warga.( Joko Longkeyang).















