PEMALANG, Emsatunews.co.id – Langkah preventif penanggulangan bencana banjir dan optimalisasi saluran irigasi terus dikebut oleh Pemerintah Kecamatan Comal. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan warga dan kelancaran sektor pertanian, pemeliharaan infrastruktur pengairan di titik rawan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan melalui kerja sama lintas sektoral.
Guna memastikan kesiapan penanganan di lapangan, Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., turun langsung melakukan peninjauan strategis ke lokasi pintu air Sungai Layang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Infrastruktur pengairan ini memegang peranan krusial karena berada tepat di wilayah perbatasan antara Desa Klegen dan Desa Kebojongan, Kecamatan Comal. Pemantauan ini dilakukan sebagai respons cepat untuk mengidentifikasi potensi sumbatan sampah maupun sedimentasi yang dapat memicu luapan air saat debit sungai meningkat.
Konsolidasi Cepat dan Jadwal Aksi Nyata
Menyadari bahwa penanganan sungai besar tidak bisa dilakukan secara parsial, Pemerintah Kecamatan Comal bergerak taktis membangun komunikasi interdisipliner. Camat Comal langsung menggalang kekuatan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) teknis di tingkat regional.
Muchammad Maksum mengonfirmasikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi terpadu dengan Koordinator Koordinator Pelaksana Lapangan (Korkopla) Wilayah Comal, Unit Pengelola Jalan dan Irigasi (UPJI) VIII, Kepala Desa Klegen, serta Kepala Desa Kebojongan. Konsolidasi ini melahirkan kesepakatan bulat untuk melakukan aksi pembersihan massal secara terjadwal.”Kami sudah berkoordinasi matang dengan Korkopla Wilayah Comal, Kades Klegen, Kades Kebojongan, serta UPJI VIII untuk bersinergi membersihkan lokasi pintu air Sungai Layang. Aksi gotong royong ini dijadwalkan serentak pada Senin, 6 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB,” ungkap Muchammad Maksum di sela peninjauan, Sabtu (4/7/2026).
Gerakan ini menekankan pentingnya meruntuhkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat luas. Keterlibatan dua pemerintah desa yang berbatasan langsung menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan jangka panjang.
Menjaga Aspek Hidrologi dan Social Trust
Pembersihan pintu air Sungai Layang tidak sekadar bertujuan mencegah luapan air ke permukiman warga, melainkan juga untuk menjamin distribusi air yang merata bagi ratusan hektare lahan pertanian di sekitarnya. Saluran irigasi yang bebas dari sumbatan sampah organik maupun material plastik akan meningkatkan produktivitas pangan lokal.
Pemerintah Kecamatan Comal berharap aksi bersih-bersih terjadwal pada awal pekan depan dapat menjadi pemantik kesadaran lingkungan bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan. Melalui sinergi yang harmonis antara UPJI VIII, perangkat desa, dan komunitas pemuda, perbatasan Klegen-Kebojongan siap menjadi pelopor wilayah tangguh bencana di Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang).















