PEMALANG, Emsatunews.co.id — Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah terus berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan di tingkat akar rumput. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes), Pemkab Pemalang kini tengah bersiap mendistribusikan sebanyak 15( lima belas) unit armada mobil siaga desa baru untuk mengoptimalkan layanan kedaruratan bagi warga.
Kepala Dinpermasdes Kabupaten Pemalang, Drs. Andri Adi, M.Si., mengonfirmasi bahwa seluruh armada penunjang medis tersebut saat ini sudah siap dioperasikan. Terkait pemetaan wilayah penerima, pihak dinas masih melakukan kajian mendalam agar penyalurannya tepat sasaran.”Total ada 15 unit mobil siaga yang siap kami serahkan ke tingkat desa. Untuk daftar desa mana saja yang akan menerima manfaat ini, saat ini masih dalam proses finalisasi,” ungkap Andri Adi saat diwawancarai di Kantor Dinpermasdes, Senin (6/7/2026).
Menepis Isu Politik Menjelang Pilkades Serentak
Andri Adi menepis secara tegas anggapan yang mengaitkan momentum pembagian fasilitas kendaraan operasional ini dengan perhelatan politik lokal. Seperti diketahui, Kabupaten Pemalang dijadwalkan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada bulan November 2026 mendatang.
Menurutnya, pengadaan armada ini murni kelanjutan dari cetak biru kebijakan Bupati Pemalang dalam hal pemerataan pelayanan sosial dan kesehatan, bukan komoditas politik musiman. “Langkah ini tidak ada korelasinya dengan agenda Pilkades November 2026 nanti. Ini adalah keberlanjutan dari kebijakan strategis Bupati Pemalang. Sebelumnya, Pemkab telah menyalurkan 16 unit pada Mei 2025, disusul pembagian 4 unit saat momentum peresmian City. Untuk tahap teranyar ini, 15 unit sudah siap meluncur ke desa-desa,” bebernya secara rinci.
Desain Baru Berbasis Evaluasi Keluhan Warga
Selain jumlahnya yang signifikan, unit mobil siaga generasi terbaru ini diklaim jauh lebih ergonomis dan fungsional dibandingkan pengadaan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan spesifikasi ini didasarkan pada hasil evaluasi berkala mengenai efisiensi biaya dan kemudahan penanganan pasien di lapangan kalau dulu menggunakan mobil APV sekarang menggunakan mobil wuling.
Pembaruan paling mendasar terlihat pada mekanisme operasional tempat tidur atau bangsal pasien. Pada unit terdahulu, komponen bangsal bersifat statis dan terkunci di dalam kabin kendaraan, sehingga menyulitkan proses evakuasi darurat. “Kami melakukan penyempurnaan berdasarkan evaluasi di lapangan serta penyesuaian harga yang rasional. Pada armada baru ini, bangsal pasien dirancang fleksibel sehingga bisa diturunkan secara utuh dari mobil. Inovasi ini akan sangat mempermudah ruang gerak petugas saat menolong pasien yang membutuhkan penanganan cepat,” pungkas Andri Adi.
Dengan hadirnya unit-unit baru berkemampuan adaptif ini, Pemkab Pemalang berharap mata rantai pelayanan rujukan medis dari kawasan pedesaan menuju pusat layanan kesehatan perkotaan dapat terintegrasi dengan lebih responsif, aman, dan memanusiakan pasien.( Joko Longkeyang).















