Berita UtamaDaerahPemalang

Plt Bupati Pemalang Kunjungi Sekolah Korban Bullying, Wajibkan CCTV!

Joko Longkeyang
8
×

Plt Bupati Pemalang Kunjungi Sekolah Korban Bullying, Wajibkan CCTV!

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum Ahmad Al Fian, pelajar SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang meninggal dunia akibat dugaan kasus perundungan (bullying) oleh rekan sebayanya. Sebagai bentuk kehadiran nyata negara, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, turun langsung menyambangi sekolah tersebut sekaligus menyerahkan santunan langsung kepada keluarga korban, Kamis (6/8/2026).

​Kunjungan kerja mendadak ini menjadi sorotan publik lantaran merespons cepat isu kekerasan di satuan pendidikan yang kian meresahkan. Didampingi jajaran pejabat penting daerah, Nurkholes menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang tidak akan tinggal diam terhadap kasus kekerasan anak di lingkungan sekolah.

Advertisement

​Dalam lawatannya ke SMP Negeri 4 Randudongkal, Plt Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Camat Randudongkal, perwakilan Baznas, hingga Kepala Desa Semingkir. Kehadiran para pejabat lintas sektoral ini menunjukkan komitmen serius pemangku kebijakan dalam mengurai akar masalah perundungan hingga tuntas.

Baca Juga :  Heru Kundhimiarso Usulkan Kenaikan Insentif RT/RW di Pemalang Secara Bertahap

Instruksi Tegas: Pasang CCTV di Area Rawan Sekolah

​Di hadapan pihak sekolah dan para guru, Nurkholes melontarkan instruksi keras dan tegas. Ia mewajibkan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Pemkab Pemalang untuk memperketat pengawasan, salah satunya dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di titik-titik tersembunyi yang dinilai rawan terjadinya aksi perundungan.”Saya berpesan agar semua sekolahan memasang CCTV pada area-area yang dinilai rawan di lingkungan sekolah,” ujar Nurkholes di lokasi.

​Langkah preventif ini dinilai krusial agar tindakan kekerasan antarsiswa, baik secara fisik maupun verbal, dapat terdeteksi sejak dini sebelum memakan korban jiwa berikutnya. Pengawasan berbasis teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi pengawas senyap yang efektif menekan angka kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Baca Juga :  Kirab Agung Banyu Panguripan Puncak Acara FWG Paduan Harmoni Tradisi, Syukur, dan Kemajuan Pembangunan

​Selain memberikan instruksi kepada pihak manajemen sekolah, Nurkholes juga menyempatkan diri berdialog serta memberikan pesan moral kepada para siswa-siswi yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya merawat empati dan menjaga kerukunan dalam pergaulan sehari-hari.​”Kepada para siswa-siswi, saya berpesan untuk saling menjaga hubungan pertemanan dengan baik. Jangan ada lagi permusuhan, ejekan, atau tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di sekolah,” pesannya.

​Kasus tragis yang merenggut nyawa Ahmad Al Fian ini diharapkan menjadi titik balik sekaligus tamparan keras bagi dunia pendidikan di Pemalang agar insiden serupa tidak pernah terulang kembali di masa mendatang.*( Joko Longkeyang).