Berita UtamaBrebes

Aktivis Pemekaran Desak Pansus Rampungkan CDOB Brebes Selatan dalam 2 Bulan dan Sampaikan Tritura

Eryanto
6
×

Aktivis Pemekaran Desak Pansus Rampungkan CDOB Brebes Selatan dalam 2 Bulan dan Sampaikan Tritura

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Semangat pemekaran bergelora. Di tengah agenda pembahasan dan rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah, para aktivis dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aktivis Pejuang Pemekaran Kabupaten Brebes menggelar konsolidasi akbar di Pendopo 2 Bumiayu, Sabtu (8/8/2026).

Advertisement

Pendopo Bumiayu yang juga menjadi saksi titik temu harapan, konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah penegasan bagi seluruh elemen masyarakat Brebes Selatan yang siap mengawal proses pembentukan Kabupaten Brebes Selatan sampai tuntas.

Pemekaran Bukan Soal Batas, Tapi Pelayanan

Dalam forum tersebut, satu pesan mengemuka: pemekaran bukan hanya soal memecah wilayah administratif tetapi juga harapan menuju perubahan yang lebih baik.

“Pemekaran adalah upaya memperpendek rentang kendali birokrasi, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, ” tegas para peserta.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Naryoko, S.FiL, M.Si. yang juga merupakan Wakil Ketua Pansus CDOB Provinsi Jawa Tengah, menekankan hal yang sama. Menurutnya, pelayanan publik yang cepat dan akurat adalah hak dasar warga.

“Hak layanan publik yang cepat dan akurat adalah hak setiap warga masyarakat. Maka hadirnya Daerah Otonomi Baru (CDOB) menjadi solusi hadirnya layanan publik yang lebih baik” ujarnya.

Ia berkomitmen, akan menyerap seluruh aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di DPRD Jawa Tengah sesuai kewenangannya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Dr. H Abdul Kholik, SH, M Si, mengingatkan agar perjuangan ini berjalan dengan elegan.

Baca Juga :  Mansur Minta Kades Cek Langsung Pembangunan di Lapangan

“Pemekaran tidak boleh melukai siapapun, baik masyarakat yang di utara maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga memaparkan alur hukum pembentukan DOB dan menyarankan agar seluruh tahapan ditempuh sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tritura APPKB: Kerja Pansus 2 Bulan, Harus Transparan

Momentum konsolidasi ini kian penting karena DPRD Jawa Tengah telah membentuk Pansus CDOB Brebes Selatan pada 30 Juli 2026.

Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) pun melontarkan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) kepada Pansus:

1. Tuntas 2 Bulan., Mendesak Pansus menyelesaikan seluruh kerja-kerja pansus maksimal Agustus – September 2026, agar rapat paripurna DPRD Jateng bisa digelar awal Oktober 2026.

2. Cepat, Transparan, Akuntabel. Proses pembahasan harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

3. Libatkan Aktivis, Para aktivis pemekaran harus dilibatkan dalam proses kerja pansus sebagai bentuk pembahasan yang partisipatif.

“Keberadaan Pansus harus mempercepat proses, agar aspirasi masyarakat segera mendapatkan kepastian melalui mekanisme politik yang berlaku,” tegas Agus Sutiono selaku Ketua APPKB

Satu Komando: Solid untuk Brebes Selatan

Ajakan persatuan pun menggema. Sekjen Presidium M. Muhammad Sodik menyerukan agar seluruh elemen mengesampingkan ego sektoral.

“Kompak, solid. Seluruh elemen masyarakat ayo bergandeng tangan bersama. Sudah saatnya bersatu untuk mewujudkan Brebes Selatan menjadi kabupaten,” serunya.

Tokoh masyarakat Kyai H Uceng menambahkan, fokus utama saat ini adalah mewujudkan pemekaran terlebih dahulu.

Baca Juga :  Musrenbangcam Paguyangan Bahas Prioritas untuk Pembangunan Tahun 2027

“Yang terpenting perjuangan pemekaran terwujud. Masyarakat yang menilai, sejarah yang mencatat. Soal siapa bupatinya nanti, itu persoalan berikutnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Adjie. Akmal Ghaozan selaku aktivis muda pemekaran terah Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, ia mengatakan yang terpenting itu soliditas dari seluruh elemen aktivis perjuangan pemekaran, selain itu komoditas Brebes yang juga tidak diragukan.

“Jangankan untuk Brebes mekar, dalam sejarah orang Pengarasan, Negara Indonesia pun akan dimekarkan,” seloroh Aji yang juga merupakan Politisi Ketua DPC PPP Kabupaten Brebes. Namun dibalik itu semua yang terpenting idalah semangat perjuangan untuk tetap kompak, merapatkan barisan, sehingga perjuangan betul-betul solid.

Aktivis senior Selamet Riyadi, SH., MH. atau Bento, menutup dengan ajakan untuk tetap semangat.

“Hanya modal semangat. Alhamdulillah sudah sampai ke titik tengah, yakni proses pemekaran di tingkat Provinsi. Tetap solid, tetap semangat,” katanya.

Menuju Garis Finis

Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat. Para pejuang pemekaran bersama masyarakat Brebes Selatan untuk berkomitmen mengawal setiap langkah Pansus hingga ke rapat paripurna.

Harapannya sederhana namun besar untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan yang lebih cepat, dan pembangunan yang lebih merata bagi masyarakat Brebes Selatan.

Selain sejumlah tokoh kunci tersebut, turut hadir jajaran pimpinan dan anggota dari beberapa organisasi perjuangan pemekaran sepert, Presidium, APPKB, MPP, Komite Percepatan serta para tokoh masyarakat, aktivis, hingga perwakilan warga dari Brebes Selatan.***