EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG — Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 dalam memberdayakan masyarakat Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
Melalui Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) kelompok Saintek, mahasiswa menghadirkan sejumlah kegiatan yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan, pertanian, pemanfaatan teknologi dalam keluarga, hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Salah satu kegiatan dilakukan melalui pemanfaatan barang bekas, salah satunya galon air mineral, menjadi wadah komposter dan pot tanaman pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai penggemburan tanah dan optimalisasi media tanam berbasis organik pada Minggu (2/8/2026). Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan media tanam dengan memanfaatkan bahan organik seperti kompos atau pupuk organik untuk mendukung kegiatan budidaya.
Sementara itu, melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) pada Sabtu (1/8/2026), mahasiswa memberikan edukasi mengenai digital parenting dan keamanan digital. Orang tua diperkenalkan dengan pentingnya pendampingan anak dalam menggunakan perangkat digital serta pemanfaatan fitur parental control untuk membantu mengawasi penggunaan perangkat.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih tahu bagaimana mendampingi anak saat menggunakan HP. Ternyata ada fitur yang bisa membantu orang tua mengatur penggunaan perangkat digital,” ujar Muyas, peserta kegiatan BKR Desa Kandang.
Selain kegiatan tersebut, mahasiswa turut memberikan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8/2026). Peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah penyelamatan diri, jalur evakuasi, dan titik kumpul ketika terjadi kondisi darurat. Sebagai pendukung kesiapsiagaan, mahasiswa juga memasang rambu jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar pengetahuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Melalui praktik, simulasi, dan media pendukung, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Program Sosmas Saintek, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat Desa Kandang semakin mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menjaga lingkungan, mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat.*














