Berita UtamaDaerahPemalang

KKN Undip di Pemalang: Kolaborasi Lintas Ilmu Demi Kebojongan Lebih Maju

Joko Longkeyang
5
×

KKN Undip di Pemalang: Kolaborasi Lintas Ilmu Demi Kebojongan Lebih Maju

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) membawa napas baru bagi Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Tidak sekadar berkutat pada pembangunan fisik, tim mahasiswa ini melakukan gebrakan melalui pengabdian berbasis edukasi dan pendampingan menyeluruh yang memadukan bidang Sains-Teknologi (Saintek) dan Sosial-Humaniora (Soshum).

​Sejak diterjunkan ke desa tersebut, tim KKN Undip yang terdiri dari 11 latar belakang keilmuan berbeda ini langsung memetakan kebutuhan masyarakat. Hasilnya, serangkaian program solutif lahir untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari literasi digital hingga kemandirian ekonomi.

Sinergi Saintek: Dari AI hingga Keselamatan Jalan

Di sektor Saintek, mahasiswa memberikan edukasi kritis bagi warga. Salah satunya adalah sosialisasi “Melek AI” untuk membentengi masyarakat dari ancaman penipuan digital berbasis kecerdasan buatan. Tak berhenti di situ, isu kesehatan dan lingkungan juga disentuh melalui edukasi pembuatan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) hingga kampanye Zona Selamat Sekolah (ZoSS) untuk menjamin keamanan anak-anak di area pendidikan.

Baca Juga :  AMAR PUTUSAN PERKARA NOMOR 18.PDT/2022/"Funiati Ghozali Dihukum Membayar Biaya Perkara, Gugatan Kuasa Hukum Gloria Sanen Cs Tidak Dapat Diterima Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mempawah"

​Puncaknya, isu krusial mengenai pencegahan pernikahan dini dibahas secara komprehensif melalui kolaborasi multidisiplin. Mahasiswa dari bidang Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, dan Hukum bersatu memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang risiko pernikahan dini dari berbagai perspektif.

Sentuhan Soshum: Mengasah Kemandirian Ekonomi

Sementara di bidang Soshum, fokus utama diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dan literasi finansial. Warga pemilik warung kelontong kini dibekali metode pengelolaan stok barang yang praktis. Bagi kalangan remaja, mahasiswa memberikan motivasi kewirausahaan melalui program “Dari Hobi Jadi Cuan”, yang bertujuan mengubah kreativitas anak muda menjadi nilai ekonomis.

Baca Juga :  Pemalang Job Fair 2024, Upaya Tekan Angka Pengangguran di Kabupaten Pemalang

​Bahkan, anak-anak usia dini pun diajak untuk sadar finansial melalui simulasi pengelolaan uang saku dan menabung. Uniknya, kegiatan ini diintegrasikan dengan edukasi lingkungan. Alfina Eka Wardani, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa menabung diajarkan menggunakan celengan dari botol bekas, yang selaras dengan program kesadaran pemilahan sampah yang dipelopori oleh rekan sejawatnya, Chyka Vyola.

​”Kami ingin program ini tidak hanya selesai saat kami pergi, tapi meninggalkan dampak berkelanjutan. Kolaborasi Saintek dan Soshum ini adalah kunci untuk menciptakan Kebojongan yang lebih cerdas dan mandiri,” ujar perwakilan tim KKN Undip.

​Dengan semangat kolaborasi yang kuat, rangkaian program ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga Desa Kebojongan untuk terus tumbuh menjadi masyarakat yang sehat, sadar akan hukum, dan tangguh secara ekonomi.

 

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.