Scroll ke Atas
Pendidikan

Salsa Lulusan Usia Termuda Tercepat Dengan IP Tettinggi di FMIPA UNSOED

103
×

Salsa Lulusan Usia Termuda Tercepat Dengan IP Tettinggi di FMIPA UNSOED

Sebarkan artikel ini

  

EMSSTUNEWS.CO.ID, BREBES –
Salsabil Rahmadina mahasiswi 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) PRODI: Kimia telah berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK ) tertinggi yaitu 3.92  Wisuda ke 148 periode Maret 2023 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah.
Gadis lelahiran Winduaji Paguyangan Brebes, Oktober 2001, dari pasangan Jamal Mudiyanto perangkat desa dengan Erlin Yulistiana merupakan dari keluarga yang sederhana.
Salsabil Rahmadina bukan hanya lulusan terbaik, namun lulusan S1 itu juga merupakan lulusan tercepat dari fakultas MIPA yaitu 3 tahun 6 bulan di Unsoed Purwokerto, yang pelaksanaan wisudanya pada Selasa, 14 Maret 2023 bulan lalu.
Salsa tercatat aktif dalam mengikuti kegiatan non akademik di berbagai organisasi dan kompetisi bergengsi baik tingkat nasional sampai internasional dan menjalankan beberapa proyek penelitian. 
Beberapa beberapa penelitian yang dilakukan diantaranya yaitu menjadi delegasi dalam Istanbul Youth Summit di Istanbul Turki dan lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 di universitas Muhammadiyah Malang.
Salsa merupakan penerima beasiswa Bright Scholarship dari YBM BRI. Biasanya seorang mahasiswi yang super aktif dalam kegiatan non akademik, kegiatan di berbagai kompetisi bergengsi nasional sampai internasional dan menjalankan beberapa proyek penelitian biasanya nilai akademiknya merosot bahkan tidak menutup kemungkinan bisa jeblok.Namun hal ini tidak terjadi bagi Salsa.
“Di fakultas MIPA Unsoed, untuk bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun merupakan hal yang sangat sulit untuk dicapai,” katanya.
“Seringkali saya patah semangat dan untuk bisa mencapainya, namun doa dan support orang tua terus mengalir,” imbuh Salsa.
Menurut Salsa, dirinya hampir tidak ada waktu buat istirahat karena mengikuti banyak kegiatan di kampus, maupun kompetisi.
“Jika diingat kembali, saya hampir tidak ada waktu istirahat karena saya aktif di organisasi, mengikuti kompetisi bergengsi nasional sampai internasional, dan menjalankan berbagai penelitian,” ujarnya.
“Lelah memang lelah sekali, namun karena untuk bisa mencapai ini sangat sulit dilakukan jadi sekalinya berhasil, manisnya akan sangat terasa,” pungkasnya.(dun)

Baca Juga :  Pupuk dan Tumbuhkan Kedisiplinan Jiwa Patriotisme, Babinsa Latih PBB