Emsatunews.co.id, Pemalang – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ADIAS Pemalang terus menunjukkan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah. Pada Jumat (9/1/2026), bertempat di Kampus ITB ADIAS, digelar Workshop Kurikulum Program Studi S1 Manajemen sebagai upaya nyata memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri terkini.
Kegiatan strategis ini menghadirkan dua pakar yang mumpuni di bidangnya, yakni Prof. Dr. Mahirun, S.E., M.Si. (Dekan FEB Universitas Pekalongan) dan Amran, S.H., M.H. (Dosen Untag Semarang sekaligus tokoh senior LLDikti Jawa Tengah). Kehadiran keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai tata kelola kurikulum yang patuh regulasi namun tetap lincah merespons pasar.
Rektor ITB ADIAS Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, S.E., M.M., saat membuka acara menegaskan pentingnya keterbukaan institusi terhadap masukan eksternal. Menurutnya, kurikulum tidak boleh menjadi menara gading yang terputus dari realitas lapangan.”Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia industri, perbankan, hingga alumni untuk memberikan masukan. Tujuannya agar lulusan S1 Manajemen ITB ADIAS menjadi pribadi yang terampil, responsif, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Noor Rosyadi.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Mahirun menekankan bahwa mahasiswa saat ini wajib dibekali kemampuan analitis dan kewirausahaan yang kuat. Sementara itu, Amran, S.H., M.H. mengingatkan pentingnya menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam kurikulum yang aplikatif agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi.
Workshop ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pemangku kepentingan. Perwakilan dari sektor perbankan seperti Bank Jateng dan BKK Taman, serta sektor manufaktur seperti PT Long Well Paduraksa dan PT GSP Cibelok, turut hadir memberikan apresiasi. Mereka menilai, langkah kampus melibatkan praktisi dalam penyusunan kurikulum akan memangkas celah antara ekspektasi perusahaan dan kompetensi lulusan.
Ketua Program Studi S1 Manajemen, Dr. Santi Suciningtyas, S.E., M.Si., menyatakan kegembiraannya atas antusiasme peserta. Ia menyebutkan bahwa pelibatan elemen dari berbagai daerah seperti Kendal, Tegal, Pekalongan, hingga Batang menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor yang dibangun ITB ADIAS.”Kami ingin memastikan bahwa setiap mata kuliah yang diajarkan memiliki korelasi langsung dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dengan kurikulum yang adaptif, kami optimis mencetak lulusan terbaik di bidang manajemen,” tutur Dr. Santi.
Dengan terselenggaranya workshop ini, ITB ADIAS Pemalang kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen penuh pada mutu dan profesionalisme, demi menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berbicara banyak di level nasional maupun internasional.( Joko Longkeyang).















