Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Bidik Investasi Global Lewat Transformasi Perumahan Hijau

Joko Longkeyang
11
×

Jateng Bidik Investasi Global Lewat Transformasi Perumahan Hijau

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mulai menancapkan kuku dalam kancah ekonomi berkelanjutan melalui sektor properti. Strategi ini ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meresmikan dimulainya pembangunan (ground breaking) Cluster Sakalint Green Residential di kawasan Grandia Metropolis, Semarang, Selasa (13/1/2026).

Langkah ini dinilai bukan sekadar membangun hunian, melainkan upaya strategis untuk memperkuat daya saing daerah di mata investor global. Gubernur menyebutkan bahwa perumahan adalah pintu masuk paling logis untuk mengubah pola hidup masyarakat menuju ekonomi hijau.”Masa depan Jawa Tengah adalah ekonomi hijau dan energi terbarukan. Transformasi ini paling efektif dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah dan permukiman,” ungkap Luthfi.

Advertisement

Gubernur memaparkan data bahwa kebutuhan hunian (backlog) di Jawa Tengah saat ini masih menyentuh angka 1,37 juta unit. Angka tersebut dipandang sebagai peluang besar bagi pengembang untuk berinovasi, tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas hunian yang ramah lingkungan.”Kami mendorong pengembang untuk menghadirkan hunian yang sehat dan berkelanjutan. Apalagi masalah sampah menjadi fokus hingga 2029, sehingga manajemen sampah dari hulu atau rumah tangga menjadi sangat krusial,” tambahnya.

Baca Juga :  Bhikkhu Thudong Tiba di Semarang, Gubernur Jateng Sambut Hangat Simbol Toleransi

Cluster Sakalint yang dikembangkan oleh The Grandia Group mencetak sejarah sebagai perumahan pertama di Jawa Tengah yang berkolaborasi langsung dengan BUMD, PT Jateng Petro Energy (JPEN). Kolaborasi ini mendapat pengawalan langsung dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng.

Gubernur Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap model kerja sama ini. Ia mendorong agar setiap kawasan permukiman mulai memprioritaskan energi terbarukan, seperti pemanfaatan gas bumi dan instalasi panel surya.”Jika penggunaan energi terbarukan di level permukiman ini berjalan masif, Jawa Tengah akan menjadi magnet utama investasi internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  Gus Iqdam Puji Gubernur Ahmad Luthfi: Pemimpin Luar Biasa dan Dekat dengan Keluarga

Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan konsep green living yang nyata. Selain efisiensi energi, tata ruang kawasan dibuat sangat rapi dengan sistem kabel bawah tanah.”Di kawasan ini tidak ada lagi kabel yang bergelantungan. Seluruh instalasi listrik dan komunikasi ditempatkan di bawah tanah untuk menjamin keamanan dan keindahan lingkungan,” jelas Aurelia.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan mitra pemerintah merupakan langkah pionir untuk menjadikan hunian di Semarang sebagai standar baru perumahan hijau di tingkat nasional. Tren ini diharapkan diikuti oleh pengembang lain melalui penerapan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang mencakup manajemen air, material ramah lingkungan, hingga efisiensi energi.( Joko Longkeyang)