Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

Musrenbang Kecamatan Bantarkawung Bahas Program Strategis dan Prioritas Penting

41
×

Musrenbang Kecamatan Bantarkawung Bahas Program Strategis dan Prioritas Penting

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bantarkawung, bahas usulan penting seperti infrastruktur jalan yang rusak, bendungan yang jebol dan stunting yang masih tinggi, serta harga pupuk yang mahal dan sulit didapat menjadi topik utama dalam musyawarah tersebut. Bertempat di Aula Kecamatan Bantarkawung, Kamis (22/2/2024).

Camat Bantarkawung Slamet Budi Raharjo, SIP mengatakan, masukan dan usulan skala prioritas dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung sebagai dasar dalam penyusunan rencana pembangunan tingkat kecamatan.

“Usulan yang masuk nantinya akan diajukan kepada Perangkat Daerah (PD) dalam hal ini Pemkab Brebes sebagai dasar penyusunan rencana kerja Perangkat Daerah (PD) pada tahun berikutnya,” terang Camat.

Lebih lanjut, ungkap Camat, “Kecamatan bertugas untuk menyiapkan teknis penyelenggaraan musrenbang kecamatan, serta mempersiapkan dokumen rancangan rencana pembangunan kecamatan,” pungkasnya.

Agus Prasetio selaku Sekcam Bantarkawung dalam musrenbang memaparkan kondisi dan luas wilayah Kecamatan Bantarkawung dimana masih perlu banyak pembenahan seperti jalan kabupaten sangat rusak, ditambah letak geografis Bantarkawung yang merupakan perbukitan sehingga rawan terjadi bencana longsor khususnya jalan antar dukuh dan desa di bagian selatan.

“Ada tiga desa yakni Desa Tambakserang, Legok, Kebandungan yang kodisi jalanya sangat memprihatinkan, di Desa Banjarsari juga sering dilanda banjir saat musim hujan,” papar Agus.

Baca Juga :  Inilah Rekam Jejak Pejabat Kades di Pemalang Yang Dapat Anugerah Menjadi Kepala Desa Terpilih

Agus juga menjelaskan selain infrastruktur yang rusak, anak terindikasi stunting tinggi, biaya produksi pertanian juga tinggi akibat pupuk yang mahal dan sulit didapat. Serta masih banyak anak putus sekolah dan masih ada perkawinan dibawah umur menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk segera ditindak lanjuti.

Ada pembangunan yang sangat prioritas yang sudah lima kali diusulkan dalam musrenbang yakni Bendungan Congkar Sungai Pemali Laren yang sudah lama jebol sampai saat ini belum juga diperbaiki, sehingga area sawah seluas 350 Ha di wilayah Desa Pangebatan menjadi kering dan tidak produktif.

Selain itu Pemdes Pangebatan juga mengajukan rencana pembangunan talud pengaman Irigasi Sungai Pemali di RW 01 dengan volume sekitar 280x 8 Meter.

Kepala Desa Tambakserang Usep Asikin dalam musrenbang menyampaikan beberapa usulan seperti, pembangunan peningkatan jalan lintas Desa Tambakserang – Ciomas dengan volume 3000 meter, yang sudah berkali-kali dimasukan dalam usulan musrenbangcam namun saat ini belum terealisasi.

Selain itu, lanjut Usep, peningkatan jalan lintas Desa Tambakserang – Desa Bantarkawung dan Desa Kampungbaru – Dukuh Mayana dengan panjang 7000 meter.

Sementara itu untuk usulan dari Desa Bantarkawung Kades M Rifai meminta untuk diprioritaskan terkait pembangunan talud/bronjong kawat bantaran sungai Ciraja di Rw 03 dan pembangunan gedung olahraga desa atau GOR, serta pengadaan mesin pengolah sampah plastik menjadi butiran pelastik. (Dun/Yan).