Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Batursari Diguncang  Tanah Longsor,  Kalak BPBD Kirim Logistik Ke TKP

269
×

Batursari Diguncang  Tanah Longsor,  Kalak BPBD Kirim Logistik Ke TKP

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Rabu, 12 Juni 2024, sekitar pukul 17.41 WIB, Desa Batursari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diguncang oleh bencana tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan pada rumah dan infrastruktur.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( Kalak BPBD ) Kabupaten Pemalang Andri Adi, ketika dihubungi via WhatsAppnya mengatakan sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Camat Pulosari, mengungkapkan bahwa tanah longsor ini telah merusak rumah Muslihin dan Kodir, serta jalan dan talud sungai Granggang. Muslihin, seorang petani berusia 50 tahun, mengalami kerusakan pada rumahnya sebesar 40%, dengan tiga sepeda motor rusak tertimbun tanah. Sementara itu, Kodir, juga seorang petani berusia 39 tahun, mengalami kerusakan rumah sebesar 25%. Jalan dan talud di Dusun Tundagan mengalami longsor sepanjang 40 meter dengan lebar 2 meter, menambah daftar kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Baca Juga :  Tarhim di Desa Sidorejo, Bupati Pemalang Berbagi Kebahagiaan Ramadhan

Saksi mata, Rasmad dan Slamet Bahaudin, keduanya merupakan penduduk setempat, memberikan kesaksian tentang kronologi kejadian. Pada saat cuaca hujan lebat, tanah mulai bergerak dan menimpa rumah-rumah yang berada di dekatnya.

Baca Juga :  Sub Satgas Dokkes Polres Pekalongan Berikan Dukungan Kesehatan Kepada Anggota Pengamanan OKC 2023

” Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp. 40.000.000 untuk kerusakan dua unit rumah, dan Rp. 25.000.000 untuk kerusakan jalan dan talud. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan,” ungkap Andri Adi Kalak BPBD Kabupaten Pemalang.

Bencana ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Komunitas Batursari, dengan dukungan dari BPBD dan pihak terkait, menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan dan berupaya memulihkan kondisi desa pascabencana.**( Joko Longkeyang )