EMSATUNEWS. CO. ID, Pekalongan – Polres Pekalongan melaksanakan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter yang menyasar pelajar tingkat SLTP dan SLTA, pada Senin pagi (01/09/2025). Kegiatan yang serentak diadakan di 12 polsek ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan nilai-nilai positif sekaligus sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pekalongan.
Polsek yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Polsek Kedungwuni, Wonopringgo, Kesesi, Kandangserang, Doro, Bojong, Sragi, Paninggaran, Petungkriyono, Wiradesa, Karangdadap, dan Talun.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para pelajar mendapatkan materi yang beragam, termasuk penguatan karakter melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan semangat belajar yang tinggi. Pihak kepolisian juga menekankan larangan bagi pelajar untuk terlibat dalam aksi demonstrasi, mengingat hal tersebut dapat mengganggu proses pendidikan, membahayakan keselamatan diri, serta menimbulkan implikasi hukum.
Para siswa juga dihimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial. Selain itu, mereka diajak untuk menggunakan media sosial secara bijak agar terhindar dari penyebaran berita bohong (hoaks), serta dimotivasi untuk senantiasa fokus meraih prestasi dan menghindari pergaulan yang negatif.
Peran aktif guru dan pihak sekolah juga ditekankan dalam meningkatkan pengawasan dan pembinaan, sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama antara kepolisian, tenaga pendidik, dan pelajar dalam upaya membangun karakter generasi muda yang berkualitas.
“Kami berupaya untuk memastikan bahwa pelajar di Kabupaten Pekalongan memiliki karakter yang kuat, tidak mudah terprovokasi, serta mampu memanfaatkan media sosial secara bijak. Komitmen ini bukan hanya datang dari Polri, tetapi juga dari para guru dan siswa sendiri, untuk bersama-sama mewujudkan suasana sekolah yang aman dan kondusif,” jelas Ipda Warsito.
Ia menambahkan bahwa kepolisian akan terus memberikan dukungan terhadap program pembinaan pelajar, dengan harapan agar mereka dapat fokus meraih cita-cita dan terhindar dari berbagai aktivitas yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam masalah hukum. (ozy).
Rozikin Sanoe















