Emsatunews.co.id, SEMARANG – Fenomena pergeseran peran keluarga di era digital memicu keprihatinan serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam temuan terbaru, terungkap bahwa banyak anak saat ini lebih memilih mencurahkan isi hati (curhat) kepada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) daripada berbicara langsung kepada bapak atau ibunya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen dalam Rakorda Program Bangga Kencana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (14/4/2026).
”Berdasarkan survei DP3AKB Jateng, saat ada masalah, anak-anak kita justru lari ke teman atau AI. Mereka tidak lagi menjadikan keluarga sebagai tempat utama untuk mengadu. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Sumarno dengan nada serius.
Ajakan “Puasa” Gadget Demi Kehangatan Keluarga
Menyikapi hal tersebut, Sumarno mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk kembali ke marwah keluarga yang sehat. Ia mengimbau agar setiap anggota keluarga menyisihkan waktu sejenak untuk meletakkan gadget dan saling mengobrol secara berkualitas.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Pemprov terhadap program prioritas nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Tujuannya jelas: menciptakan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Lima Program Unggulan Perkuat Keluarga
Dalam koordinasi strategis ini, Pemprov Jateng bersama BKKBN mengandalkan lima pilar program Bangga Kencana yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah:
Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Fokus pada penguatan kader TPK dan advokasi kesehatan.
Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak): Mewujudkan sekolah dan tempat penitipan anak (daycare) yang ramah buruh.
GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong peran aktif ayah melalui kampanye He For She dan Gerakan Satu Jamku.
Sidaya (Lansia Berdaya): Terobosan sekolah cerdas perempuan (Serat Kartini) dan Bina Keluarga Lansia.
Super Apps: Integrasi layanan berbasis internet untuk memudahkan akses informasi keluarga.
Apresiasi dan Kolaborasi Lintas Sektoral
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Rusman Effendi, menegaskan bahwa percepatan pembangunan keluarga ini memerlukan intervensi total dari seluruh Pemda di Jawa Tengah. Sebagai bentuk nyata, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Aisyiyah Surakarta.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan prestisius kepada daerah-daerah berprestasi. Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung sukses meraih penghargaan dalam program kependudukan, sementara Kabupaten Klaten dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam program Tamasya.
Melalui Rakorda ini, Pemprov Jateng berharap persepsi antar-instansi dapat selaras sehingga langkah efektivitas pembangunan keluarga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke akar rumput.**( Joko Longkeyang).















