Emsatunews co.id, Pemalang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rizal Bawazier (Fraksi PKS) dari Daerah Pemilihan X Jawa Tengah yang bertugas di Komisi VI ( enam) melakukan agenda roadshow dengan meresmikan lima titik proyek Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Pemalang pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Lima titik CSR yang diresmikan oleh anggota Komisi VI DPR RI ini tersebar di lima desa. Bantuan fisik tersebut meliputi rabat beton di Desa Gunungbatu dan Desa Pasir, Kecamatan Bodeh, serta pengaspalan jalan di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang; Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul; dan Desa Simpur, Kecamatan Belik. Selain peresmian proyek fisik, Rizal Bawazier juga memberikan santunan berupa 15 paket sembako untuk orang tua di masing-masing desa.
Peresmian proyek CSR berupa rabat beton di Desa Pasir, Kecamatan Bodeh, yang berlokasi di jalan penghubung menuju Desa Parunggalih, dihadiri oleh Kepala Desa Pasir, Dimul Susanto, beserta perangkat, tokoh masyarakat, dan tim Rizal Bawazier.
Dalam sambutannya, Dimul Susanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam. Ia mengatakan bahwa baru kali ini ada Wakil Rakyat dari tingkat Pusat (Anggota DPR RI) yang berkunjung, bahkan sekaligus memberikan bantuan berupa rabat beton. “Jalan ini sangat vital karena menghubungkan dusun-dusun di Desa Pasir dan menjadi penghubung antar-desa menuju Desa Parunggalih,” ujar Dimul. Atas nama masyarakat, ia turut mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi Bapak Rizal Bawazier.
Menanggapi sambutan itu, Rizal Bawazier menjelaskan bahwa proyek rabat beton tersebut dibiayai oleh mitra kerja Komisi VI DPR RI. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Pasir pada khususnya, dan warga Kabupaten Pemalang pada umumnya,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Desa Pasir juga menyampaikan masalah serius yang dihadapi warganya: meskipun desa dialiri Sungai Polaga, masyarakat belum bisa memanfaatkan air tersebut untuk pertanian. Sebaliknya, saat musim hujan, air sungai sering meluap ke dusun-dusun, menimbulkan bahaya banjir. Masalah ini, menurut Dimul, sudah pernah ditinjau oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi belum ada tindak lanjut hingga saat ini.
Menanggapi keluhan tersebut, Rizal Bawazier menyarankan agar Pemerintah Desa Pasir membuat proposal yang ditujukan kepada pihak yang membidangi locus (lokasi) persoalan air dan sungai. “Selanjutnya, kami akan bantu menyampaikan persoalan tersebut sehingga Desa Pasir bisa segera mendapatkan bantuan,” tutupnya. Komisi VI DPR RI sendiri memiliki mitra kerja yang relevan dengan pembangunan infrastruktur dan perlindungan konsumen, termasuk antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).( Joko Longkeyang ).















