Berita UtamaDaerahPemalang

Jambore Kesehatan Jiwa Pemalang Dorong Kolaborasi RT/RW hingga Ulama

64
×

Jambore Kesehatan Jiwa Pemalang Dorong Kolaborasi RT/RW hingga Ulama

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Kesehatan setempat menyelenggarakan Jambore Kesehatan Jiwa di Hotel Winner pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 dengan mengusung tema “Sehat Jiwa Dalam Segala Situasi.”

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang, dr. Yulies, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh seratus orang peserta. Mereka terdiri dari warga binaan kesehatan jiwa, keluarga pendamping, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tenaga Kesehatan Sosial Kecamatan (TKSK), dan petugas kesehatan jiwa dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Pemalang.

Advertisement
Baca Juga :  Tekan ATS Pemalang Genjot Pendidikan, Aset PTPN I Regional 3 Akan Jadi Sekolah Rakyat

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0711/Pemalang.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., dalam sambutannya berharap Jambore Kesehatan Jiwa ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat melalui kerja sama aktif.
Bupati secara khusus menekankan pentingnya peran kolaboratif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari akar rumput.
“Setelah acara ini, harapan kami adalah pemerintah dari mulai tingkat kecil di RT/RW, alim ulama, dan organisasi sosial bisa melakukan kegiatan kolaboratif untuk bisa mereduksi hal-hal yang mengganggu masyarakat, terutama tentang kesehatan jiwa,” ujar Bupati Anom Widiyantoro.

Baca Juga :  PemKab Pemalang Gelar Pameran Inovasi Pelayanan Publik Hasil Program Labinov

Pernyataan Bupati ini menggarisbawahi komitmen Pemkab Pemalang untuk mengintegrasikan isu kesehatan jiwa ke dalam program-program komunitas yang lebih luas dan melibatkan tokoh-tokoh kunci di masyarakat.**( Joko Longkeyang).