Emsatunews.co.id, Lampung – Sejarah transmigrasi di Indonesia bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan persemaian karakter unggul. Di Provinsi Lampung, keberanian diaspora asal Jawa Tengah dalam mengubah nasib kini telah membuahkan hasil nyata. Bukan hanya sukses secara ekonomi, mereka kini memegang peranan krusial di kursi pemerintahan.
Kisah inspiratif ini mengemuka saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan kerja dan bersilaturahmi dengan warga keturunan Jawa di Lampung pada Rabu (7/1/2026). Ia menyaksikan bagaimana falsafah hidup masyarakat Jawa mampu beradaptasi dan mewarnai kemajuan Bumi Ruwa Jurai.
Riyanto Pamungkas, Bupati Pringsewu periode 2025–2030, adalah bukti hidup ketangguhan tersebut. Lahir dari orang tua transmigran mandiri tahun 1956 yang bekerja sebagai buruh, Riyanto tumbuh dengan daya tahan tinggi. Perjuangannya dimulai dari usaha kopi sangrai hingga sukses mendirikan pabrik besar yang menyerap ratusan tenaga kerja.
“Pendatang itu biasanya lebih berani berjuang karena mereka memulai segalanya dari nol. Kuncinya adalah ketekunan dan kemampuan bertahan dalam keterbatasan,” ujar Riyanto. Sebagai sosok yang dikenal sebagai Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera), ia kini memimpin wilayah yang 70 persen penduduknya beretnis Jawa.
Senada dengan Riyanto, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, juga memiliki akar yang kuat dari Jawa Tengah. Sang ibu berasal dari Rembang, sementara ayahnya dari Jawa Timur. Jihan menegaskan bahwa keberhasilan diaspora terletak pada kemampuan menyelaraskan budaya leluhur dengan lingkungan tempat tinggal.”Kesederhanaan dan kerja keras adalah nilai yang kami pegang sejak lahir. Diaspora harus menjadi kekuatan sosial yang bermanfaat bagi daerah asal maupun daerah tempat kami berpijak,” tutur Jihan.
Melihat kesuksesan para perantau, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi. Baginya, pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” telah dijalankan dengan sangat baik oleh warga asal Jawa Tengah di Lampung.”Masyarakat kita di sini sangat kompetitif namun tetap mengedepankan kekeluargaan. Ini adalah modal sosial yang luar biasa bagi pemerataan pembangunan nasional,” kata Luthfi.
Pertemuan ini sekaligus memperkuat harapan akan adanya kerja sama lintas provinsi yang lebih intensif, terutama di sektor pertanian dan ekonomi kreatif, guna meningkatkan kesejahteraan warga di kedua wilayah yang memiliki ikatan sejarah sangat kuat ini.( Joko Longkeyang).















