Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Revolusi Tani Modern dari Kabupaten Pemalang, Hemat Biaya Tanam hingga 60 Persen!

Joko Longkeyang
40
×

Revolusi Tani Modern dari Kabupaten Pemalang, Hemat Biaya Tanam hingga 60 Persen!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Wajah pertanian Indonesia tengah mengalami transformasi besar menuju era modernisasi. Salah satu pusat inovasi yang kini menjadi sorotan adalah Ponco Tani di Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Melalui tangan dingin Ponco Widodo, sang pemilik, sektor pertanian padi kini tidak lagi identik dengan biaya tinggi dan kerja fisik yang berat.

Pada Sabtu (10/01/2026), pusat studi tiru Ponco Tani kedatangan puluhan petani dari berbagai daerah yang antusias mempelajari rahasia sukses persemaian dan penanaman padi modern. Mereka terdiri dari perwakilan Kelompok Tani Mekar Karya dan Rahayu asal Desa Ruwit, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, serta rombongan petani dari Kabupaten Kudus. Menariknya, daya tarik inovasi ini bahkan menjangkau luar Pulau Jawa, terbukti dengan hadirnya Hasbi pensiunan PNS beserta istri, petani asal Kalimantan, yang jauh-jauh datang untuk menimba ilmu.

Advertisement
Baca Juga :  Gropyokan Tikus di Desa Kelangdepok Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional


Dalam sesi wawancara, Ponco Widodo menjelaskan bahwa kunci utama efisiensi Ponco Tani terletak pada penggunaan mesin tanam padi modern. Mesin ini dirancang untuk menjawab keresahan petani mengenai tingginya biaya tenaga kerja dan lambatnya proses tanam manual.”Inovasi ini mampu menekan biaya tanam hingga 60 persen. Kami menyediakan dua varian mesin, yaitu tipe 4 baris dan 6 baris, yang dapat disesuaikan dengan luas serta karakteristik lahan masing-masing petani, selain hemat biaya, penggunaan mesin ini menjamin presisi jarak tanam dan keseragaman bibit, yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas hasil panen,”ujar Ponco.

Tak hanya menjual teknologi, Ponco Tani juga berperan sebagai wadah edukasi melalui Sekolah Lapang Khusus Tanaman Padi. Di sini, para petani dibekali pengetahuan komprehensif, mulai dari teknik pembibitan (persemaian) yang unggul hingga pengoperasian alat mekanisasi pertanian.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Optimis Kentang Clekatakan Siap Saingi Dieng

Konsep “Petani Modern” yang diusung bukan sekadar gaya-gayaan. Ini adalah upaya mengintegrasikan teknologi presisi dengan metode berkelanjutan. Langkah ini terbukti efektif membawa nama Indonesia ke kancah internasional, di mana Ponco Tani menjadi satu-satunya wakil tanah air dalam ajang teknologi pertanian bergengsi, INAGRITECH 2025.

Kunjungan para petani dari Demak, Kudus, hingga Kalimantan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan akan teknologi pertanian semakin mendesak. Dengan pemangkasan kebutuhan tenaga kerja dan percepatan waktu tanam, kemandirian dan ketahanan pangan nasional diharapkan dapat terwujud lebih cepat dari tingkat desa.
Bagi para petani yang hadir, kunjungan ke Desa Bodeh ini bukan sekadar studi banding, melainkan awal dari perubahan cara pandang: bahwa bertani di masa depan harus lebih cerdas, lebih cepat, dan tentunya lebih menguntungkan.( Joko Longkeyang)