EMSATUMEWS.CO.ID, BREBES – Warga dari 2 desa yaitu Desa Kebandungan dan Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, mengambil inisiatif bersama guna memperbaiki jalan akses utama antar desa yang rusak secara swadaya. Pada Rabu (07/01/2026).

Mereka bersama-sama melakukan kerja bakti untuk memperbaiki jalan yang alami kerusakan parah di beberapa titik.
Sutaryo salah satu perwakilan warga mengatakan, jalan yang rusak tersebut dikawatirkan dapat membahayakan keselamatan bagi pengendara bermotor yang melintas.
Ia juga menyebutkan material yang digunakan seadanya, yaitu batu kali yang diuruk ke titik jalan yang rusak.
“Ada 6 titik yang masing-masing panjangnya 30-100 meter dari keseluruhan panjang jalan 3,5 km.,” ucap Sutaryo.
Sutaryo juga mengungkapkan, perbaikan jalan rusak tersebut dilakukan secara swadaya.
Ia juga mengungkapkan sudah hampir 9 tahun jalan tersebut belum tersentuh perbaikan dan berharap ada kepedulian dari pemerintah.
“Jalan ini merupakan jalur vital, dimana ruas jalan Kebandungan-Pengarasan merupakan akses penghubung ke pusat pemerintahan baik kecamatan maupun kabupaten, selain itu juga merupakan satu-satunya penghubung ke desa lainya.” ucapnya.
Akibat jalannya rusak aktifitas warga terhambat salah satunya siswa yang akan ke sekolah dan warga yang akan berangkat bekerja mengalami kesulitan, apalagi dikala musim hujan tiba jalan akan terasa sangat licin.
Kepala Desa Kebandungan, Wirsad, S.Sos, mengatakan, sudah pernah mengajukan pembangunan jalan tersebut secara resmi sejak tahun 2013, namun perbaikan tidak kunjung datang.
Wirsad berharap, ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes.
“Kalau untuk perbaikan memang ada, di tahun kemarin, yaitu jalan sebelum masuk ke Desa Kebandungan, namun hanya sepanjang 900 meter saja berupa jalan rabat beton dan bantuan talud berupa perbaikan tebing sungai Pemali,” papar Wirsad.
Dengan adanya kerja bakti tersebut warga berharap jalan yang rusak dapat segera diperbaiki secara permanen oleh pemerintah, sehingga dapat memperlancar aktifitas dan perekonomian warga, sekaligus sebagai antisipasi dalam melindungi keselamatan bagi para pengguna jalan yang melintas.*** (Rusmanto).















