Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Lawan Hama Tikus, Warga Pegundan Gelar Aksi “Gropyokan” Massal

Joko Longkeyang
38
×

Lawan Hama Tikus, Warga Pegundan Gelar Aksi “Gropyokan” Massal

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Musim tanam di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, diwarnai dengan aksi kompak ratusan warga. Guna mengantisipasi kerusakan tanaman padi yang kian masif, warga setempat menggelar aksi gotong royong pengendalian hama tikus atau yang akrab disapa “gropyokan”.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Selasa (6/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026). Aksi ini menjadi langkah preventif kolektif untuk memastikan produktivitas lahan pertanian di Desa Pegundan tetap terjaga.

Advertisement

Kepala Desa Pegundan, Sutrisno, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons cepat atas laporan para petani mengenai meningkatnya populasi tikus di area persawahan. Menurutnya, pengendalian hama tidak akan efektif jika dilakukan secara perorangan.”Pengendalian tikus harus dilakukan secara serentak dan bersama-sama. Jika hanya satu petak sawah yang dibersihkan, tikus akan berpindah ke petak lainnya. Itulah mengapa gotong royong selama tiga hari ini sangat krusial,” ujar Sutrisno di sela-sela memantau kegiatan di lapangan.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Bendera Gabungan, Brigjen TNI Agus Widodo Berikan Jam Komandan

Dalam aksi gropyokan ini, warga menyisir lubang-lubang aktif yang menjadi sarang tikus di sepanjang pematang sawah. Dengan menggunakan peralatan tradisional serta teknik pengemposan (asap), warga bahu-membahu menangkap hama yang kerap merugikan petani tersebut.

Baca Juga :  Bersama Sat Binmas Polres Pekalongan, Latja Taruna Akpol Tk. I Angkatan 56 Bataliyon Presisi Laksanakan Penling dan Sambang

Penggunaan metode fisik dan mekanis ini dinilai lebih aman bagi ekosistem sawah dibandingkan penggunaan racun kimia yang berlebihan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga melalui semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

Sutrisno berharap melalui gerakan tiga hari ini, populasi tikus dapat ditekan secara signifikan sebelum memasuki fase generatif tanaman padi. Dengan berkurangnya gangguan hama, diharapkan hasil panen mendatang dapat melimpah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani di Desa Pegundan.”Kami mengapresiasi semangat warga yang turun langsung ke sawah. Keberhasilan pertanian adalah keberhasilan desa kita bersama,” pungkasnya.( Joko Longkeyang)